Diam bukan berarti berhenti.. hanya sedikit memberi ruang pada hati , untuk sejenak menyatukan kembali keping keping kenangan yg sempat porak poranda..
Sungguh..
Segala kekisruhan ini karena cinta !
Semerdu kata katamu sebelum sedetik kemarahanmu hadir
Tengoklah lagi ini, mendekatlah sedikit. Aku hanya bisa menggoda satu orang saja dalam banyak waktu. Satu nama saja , dan itu kamu ! Mendekatlah sedikit. Aku mencintaimu ! Tak cukupkah semua yg aku pertunjukan padamu untuk membuktikan kata kataku itu?
Tak cukupkah delapan bulan kita bersama untukmu mempercayaiku?
Aku sudah melewati banyak hal, melewati banyak kesedihan, banyak air mata..
Cinta ini penuh maaf, sayangku. Namamu tak pernah kering di bibir. Kusampaikan selalu pada langit.
Waktu berjalan detik perdetiknya selalu sama.tapi perasaan kita tidak..seperti jalan turun naik, seperti laut yg bergelombang. Tapi sebuah cinta..tetaplah cinta. Jika dibangun dengan ketulusan. Tanpa kecurigaan dan keingintahuan yg begitu besar. Tanpa syarat.mencintai dengan cinta. Cinta hanya bisa dirasakan,tak bisa dilihat dengan mata, tapi dengan hati.
Begitulah aku mencintaimu..tanpa syarat. Seperti apapun kamu. Adanya kamu..
Hei..jangan diam saja. Mendekatlah sedikit, tidakkah angin menyampaikannya padamu..atau kau ingin memdengarnya sekali lagi..aku mencintaimu, Merliana..
Tak cukupkah kata dari hatiku untuk meyakinkanmu bahwa cinta ini penuh ketulusan.
Apa yang mesti aku tunjukan lagi agar kau merasa aku tidak permainkan..??
Mendekatlah lagi..aku mau kau mendengar apa yg seharusnya kau dengar..
Aku maunya kamu !!
Kembalilah..dan berbaliklah kemari. Biar ku genggam tanganmu..kita belum lagi sampai di ujung kisah ini
Kenapa kamu tak sabar untuk menempuhnya bersamaku..menyelesaikan kisah kita dengan kebahagiaan..
Sabarlah untukku, sayang..jangan biarkan hujan menghapus namamu..
Aku mencintaimu, Merliana Abung

No comments:
Post a Comment