Tuesday, August 30, 2016
Hope you understand
Menunggumu disini, bersama senja hari, menunggumu disini , bersama menghilangnya kabut senja.
Bahkan jika kamu rasa perlu, aku akan tetap disini, walau kamu mendiamiku ! bahkan bila kamu rasa perlu, aku akan tetap menunggumu sampai kamu percaya padaku ! sampai hatimu tersentuh, sampai hatimu mengerti. Aku tidak perduli ! banyak purnama datang dan menghampiri, aku tidak perduli berapa banyak hari yang aku lewati, bahkan aku masih tidak perduli, keangkuhan hatimu padaku, pada kerasnya pendirianmu membatasi kehadiranku, pada ketidak pedulianmu padaku, bukankah hakekat ketulusan adalah meluluhkan?
bukankah hakekat kesabaran adalah kebahagiaan?
bukankah hakekat menunggu adalah hasil akhir?
dan bukankah hakekat cintamu adalah aku?
lalu kamu akan berhenti dimana? pada siapa?
Bukankah aku telah meninggalkan banyak tanda agar kamu menemukanku? kelak jika pada akhirnya kamu menyadari, bahwa apa yang kamu cari akan kamu lihat padaku, apa yang kamu rindui hanyalah sosok diriku, dan saat itu aku akan katakan pada dunia, bahwa aku akan menjagamu. yah menjagamu ! tak akan pernah aku biarkan pergi lagi dan terlepas dariku., seperti aku memperjuangkanmu, aku akan menemanimu seperti aku berusaha mendekatimu, karena cintaku satu, dan itu Kamu !. karena perjuangan itu perlu, dan aku ingin bersamamu, dan karena kamu satu.
Tak ada yang lain. semoga kamu mengerti !!
Saturday, August 27, 2016
SOMEWHERE OVER THE RAINBOW
Somewhere over the rainbow
Way up high..
There”s a land that I heard of once in a lullaby
Somewhere over the rainbow, skies are blue
And the dream that you dare to dream really do come true
Someday I”ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemon drops away above the
chimney tops
That”s where you will find me..
Somewhere over the rainbow bluebirds fly..
Birds fly over the rainbow why then, oh..why can”t I ???
If happy little bluebirds fly beyond the rainbow..
Why, oh why can”t i……???
Aku begitu lesu melangkah membuka pintu kamar apartementku.
Langkahku lunglai dan gontai. Tak bertenaga. Rasannya semua tulang tubuhku tak
lagi bisa menopang berat badanku. Gemeretak. Gemetar. Badan yang kuyup oleh air
hujan menambah parah keadaanku. Bibirku kurasa membiru. Aku melepaskan sepatu
tanpa melihat dimana aku tempatkan. Ku letakkan sembarang tas ranselku. Cepat
menuju kamar mandi. Kunyalakan air hangat , tanpa membuka baju, ku guyur
kepalaku. Lalu tanganku membuka kaos dan jeans yang kupakai. Dan hangatnya air
lewat shower mengguyur tubuhku. Ku habiskan waktu sepuluh menit di dalam kamar
mandi. Dan masih di balut handuk, aku rebahkan tubuhku di sofa. Ahhh…
Ada jemari lembut tiba tiba kurasakan membelai lembut
rambutku.
“ ada apa denganmu, anakku?” suara lembut yang tak begitu
asing menyapaku. Suara yang begitu aku rindukan. Aku mencoba mengangkat
kepalaku.”bunda..”. tangannya menahanku.”tidurlah , mas. Bunda tahu kamu
lelah,”
“ bunda.” Air mataku mengalir hangat.
“ bunda tahu, kamu sangat mencintainya, bunda
merasakannya anakku.”
Aku terdiam. Kunikmati sentuhan hangatnya pada kepalaku.
“ tubuhmu panas, kamu itu tidak bisa kena hujan, mas. Kenapa memaksakan diri?”
“ apa yang mesti Mas lakukan, bunda. Haruskah Mas juga
kehilangannya? Mas mencintainya bunda.”rajukku.” Mas juga belum sempat
mengenalkannya pada bunda, tapi dia lebih memlih jalan ini. Memilih menjauh dan
menyerah,”
Belaian tangan perempuan yang melahirkanku ini terasa
sampai ke jiwa. Hangat dan mendamaikan.
“ Sayang. Jodoh, maut, rejeki dan takdir ada pada
tanganNYA. Dan mas mesti percaya itu. Bunda tahu kalian berbeda, tak mas
ceritakanpun bunda sudah mengenalnya. Dan apapun pilihanmu, bunda tak
melarangnya. Tapi bukan kita yang menentukan dia harus jadi milik kita atau
bukan. Tapi Allah sayang, hanya DIA. Yang mas mesti lakukan hanyalah berdoa.
Doakan namanya, pintalah dia pada pemilik hatinya. Yang bunda kenal, anak bunda
tak pernah menyerah, selalu bersemangat dan percaya pada DIA sepenuhnya. Tuhan
itu hanya satu anakku, meski manusia membuatnya menjadi banyak. Mungkin
begitulah manusia punya cara untuk memuja Tuhannya. Dan jika engkau doakan
namanya, namanya hanya satu di langit. Tersangkut di langit yang sama dengan
namamu. Meski dia tinggal di bumi, tapi carilah dia di langit. Agar Allah
menjatuhkan namanya pada hatimu dan buat dirimu. Dan ingat anakku, jika Allah
tidak memberikan nama yang kamu doakan untukmu, mungkin Allah akan memberikan
dia yang mendoakan namamu untuknya. Begitulah cara Allah bekerja. Pilihan NYA
adalah yang terbaik. Meski menurutmu tidak baik. Bukankah dalam ketidakbaikan
kamu akan melihat sebenar benarnya kebaikan. Dan di dalam kebaikan, sangat
sulit untuk melihat sebenar benarnya kebaikan.” Bunda mengucapkan kalimat
bijaknya dengan penuh cinta. Aku merasakan tubuhku menggigil. Dan jemarinya
yang hangat mencoba merangkulku. Mendekapku. Aku merasakan kembali menjadi
“little one” untuknya. Bunda tercintaku.
“ bersabarlah sayang. Semua orang berhak bahagia. Juga
mas. Juga gadis itu. Bunda selalu mengingatkan mas untuk bagaimana menghargai
seorang perempuan ,bukan? Bunda tahu dia gadis yang baik. Mas selalu
menceritakannya. Mas selalu menghormatinya. Mas selalu membanggakannya. Bunda
senang mas bisa menghargai perempuan dengan baik. Memperlakukan mereka dengan
hormat. Begitulah seharusnya lelaki. Jangan pernah khawatir sayang, sejatinya
lelaki hanyalah menunggu. Yang terkadang perempuan salah kaprah untuk ini.
Bukankah seorang pencari suaka akan mendatangi Negara yang memberinya suaka?
Bukan sebaliknya. Bukankah seseorang
yang ingin dilindungi, mendatangi pelindungnya?. Gadis itu akan mendatangi mas.
Jika hatinya membutuhkan mas sebagai tempat berlindungnya. Bersandarnya. Mas
lah pemberi suaka. Mungkin tidak sekarang. Mungkin dia harus mampir kebeberapa
tempat yang lain dulu, sebelum menemukan dirimu, mas.”
Jemariku menggenggam
tangannya erat. Air mataku tambah deras. Dan suhu badanku kurasakan tambah
hangat. Mataku terasa panas. Kepalaku masih berada di atas pangkuan Bunda.
Perempuan pertama yang aku cintai. Yang cintanya selalu penuh. Selalu mengalir
dan tak pernah habis. Betapa aku sangat merindukannya.
“ Mas, jangan jadi lelaki lemah, sayang. Bunda tak suka
melihatnya. Anak bunda adalah lelaki tangguh yang pantang menyerah. Coba mas
lihat, sudah berapa tahun mas tidak mengalah pada penyakit mas. Bunda tahu,
betapa sakitnya dan betapa menderitanya mas. Bunda tahu semua ttg hidupmu ,
anakku. Mas adalah jagoannya bunda. Dan itu tidak berubah. Dan jangan
dikalahkan oleh cinta. Bunda percaya mas percaya akan takdir dari Allah. Berdoa
yang banyak. Jangan lemah dan jangan menyerah. Berharaplah yang terbaik. Dunia
ini kecil, mas. Hanya selebar langkah kakimu. Gadis itu tidak akan pernah
menghilang dan jauh darimu. Mudah saja bagimu menemukannya, jika Allah
mengijinkannya. Itu pointnya. Jadi, mas harus dekat sama Allah. Setiap masalah
pasti akan ada jalan keluarnya. Karena begitulah hidup. Selagi masih di beri
kesempatan, manfaatkanlah dengan baik. Jaga kesehatannya, gak boleh sakit
seperti ini. Bunda yakin gadis itu akan menangis jika melihat keadaan mas
seperti ini. Bunda yakin, hatinya akan terluka. Bunda tahu, hatinya juga
mencintaimu. Dia juga tak tega membuat mas begini. Dia percaya akan Tuhannya.
Jika mas buatnya, Tuhan akan menyatukan kalian dalam restu langit. Bunda selalu
mendukungmu. Menginginkan kebahagiaanmu. Jangan menyerah yah, Mas”
Entah berapa lama aku tertidur. Aku hanya merasakan
hatiku begitu damai dan hangat. Ketika aku terbangun, tak kutemukan siapa
siapa. Hanya tubuhku masih terbalut handuk. Masih di sofa. Dan suhu tubuhku
mulai menurun. Aku mencari sekelilingku, ku coba mencari sosoknya. Suaranya
masih terasa mengiang di telingaku…suara lembut yang penuh cinta. Dan bibirku
gemetar memanggil namanya..
Bunda…
Aku bangkit dari sofa, masuk kembali ke kamar mandi.
Mengambil air wudhu. Ke kamar meraih baju koko dan kain sarung. Menggelar
sajadah. Kukerjakan beberapa rakaat , sebelum tertunduk sujud dan menangis
semalaman…
Mas akan mengingatnya bunda..setiap huruf dalam
kalimatmu. Terima kasih sudah datang. Mas serahkan semua sama Allah, jika
Merlin buat mas, dia akan datang. Dan Allah akan membawanya untuk Mas.
Bunda…mas merindukanmu !!
Dalam mimpiku semalam. Dan air mataku mengalir saat
menuliskan ini untuk ku ceritakan padamu.
27 august 2016
ARDJA KUMBARA
Yang Terdalam
Ku lepas semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau ku sayangi
Dan bila ku menanti..
Pernahkah engkau coba mengerti, lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi, salahkah tuk menanti.
Tak akan lelah aku menanti..tak akan hilang cintaku ini.
Hingga saat kau tak kembali, kan ku kenang di hati saja..
kau telah tinggalkan hati yang terdalam..
Hingga tiada cinta yang tersisa DI JIWA.
Aku duduk disini, di bangku taman kota, di bawah lampu taman yang masih belum menyala. karena hari masih terbilang sore. Tak ada yang aku lakukan. hanya duduk diam sambil memandangi orang orang yang berlalu lalang di hadapanku. mataku seolah mencari sesuatu diantara banyaknya orang orang itu. Sosokmu. yah ! siapa lagi, kalau bukan kamu !. Kamulah yang ku tunggu !
Bukankah kita berjanji bertemu hari ini??
Angin yang mengabarkannya padaku. Bahwa engkau akan datang. membawakanku satu bucket cinta. cinta yang ku pesan. berikut dengan rindunya. sedari pagi tadi aku sudah tak sabar datang ke taman ini. di bangku yang kau tunjukan. lewat desiran angin yang menyapu dedaunan. dan menyampaikannya padaku.
Sambil menunggu, ku coba bayangkan raut wajahmu, dan awan yang terlihat cerah dilangit sana mencoba membantuku, menggambarkan paras manis wajahmu. perempuan yang sudah mencuri hatiku sepuluh bulan terakhir ini. ku kumpulkan dari beberapa lembar fhotomu yang sering aku curi di beberapa medsos di smartphone yang aku punya. fhoto yang kau upload disana. aku mencoba membingkainya pada hatiku, menyimpannya begitu rapat dan dalam pada relung jiwa. sejatinya tidaklah harus seperti itu, karena meski kamu ber mil jauhnya dariku, angin selalu membawa harum tubuhmu ke penciumku. aku bisa mengenalinya. sungguh tajam penciumanku atas dirimu. karena kamu sudah masuk begitu dalam di jiwaku. di relung hatiku. hidupku tercuri semua olehmu.
Sambil menunggumu aku membayangkan apa yang akan kita lakukan jika nanti kita bertemu. Mungkin aku akan membawamu mengelilingi taman kota, Akan ku biarkan tanganmu melingkar di lenganku. dan ku biarkan kau bercerita tentang perjalananmu untuk bisa sampai disini. menemuiku. dan semangatmu di setiap pemberhentian dan bertemu dengan banyak orang, banyak pesona. tentang ribuan godaan yang mencoba menghentikanmu. Aku akan sangat senang mendengarnya. sesekali akan kurapihkan rambut di dahimu yang di permankan oleh angin nakal. menatap wajahmu dengan pandangan mesra dan penuh cinta. dan jika kau ijinkan , akan ku kecup dahimu. kecupan sayang dan kerinduan yang sudah tak sanggup lagi aku menampungnya.
lalu apa lagi yang akan kita lakukan, sayang ?
Atau kau akan mendesakku bercerita juga? tentang berapa lama aku sudah duduk di taman itu, sudah berapa banyak gadis gadis yang manis datang memintaku bergeser sedikit untuk mereka bisa duduk disampingku. menggodaku dengan wangi tubuh mereka. dengan dandanan mereka. dengan wajah yang di poles oleh make up murahan dan yang berharga tinggi. yang berlebel sampai yang tak terbeli oleh mereka, tapi melakukan apa saja untuk bisa mendapatkannya. yang wangi parfumnya menyengat hidung sampai yang membuai. Tenang, sayang! aku tak mengijinkan mereka mengambil tempatmu. ruang di sebelahku telah ku bersihkan , dan kujaga. mana bisa aku membiarkan orang lain mendudukinya. itu hanya buatmu. untukmu ! meski mereka menatapku dengan pandangan tak suka, marah dan kecewa. aku tak perduli, sesekali menjadi egois. menjadi laki laki yang tak disukai. karena aku hanya ingin di sukai olehmu, saja. di cintai olehmu saja. di kagumi olehmu saja. bagiku, kamu sudah mewakili seluruh apa yang ku inginkan. aku tak berlebihan untuk ini bukan?? Cintalah yang mengajarkan itu padaku. rasa nyaman bersamamu membuatku tak ingin yang lain.
Ahh..aku melihat jam di pergelangan tanganku. sudah sepenggal hari aku disini. tak bergeser barang sekejappun. langit begitu bersahabat hari ini. teduh dan meneduhkan. Anginpun berbaik hati. berhawa segar dan menyegarkan. Alam begitu mendukungku. tapi aku tak ingin terpejam. aku takut kau tak mengenaliku. ketika sudah sampai di taman ini. aku tak ingin kau sulit mencariku. aku membawa papan nama dan kutuliskan denga huruf kapital namamu disana. meski aku yakin, bagaimana bisa kau tak mengenali bagian jiwamu? tapi aku tak mau mengambil resiko untuk itu. aku ingin kamu segera berlari menghampiriku. memelukku. dan meneriakan namaku. memanggilku. agar aku berdiri dan merentangkan tanganku menyambutmu. agar aku bisa mendekap tubuh mungilmu dalam dekapanku.
Aku sangat sabar untuk ini, Sayang !
Tak terburu buru dan mengutuki waktu. karena aku tahu, untuk sampai disini tidaklah mudah. Angin memberitahuku tentang hal ini. Tentang jauhnya jalan yang mesti kamu tempuh. Yah, bukan aku yang tak usaha untuk datang padamu, Aku mencobanya. tapi aku hanya bisa sampai di taman ini. di persimpangan jalan. tak dekat dengan tempatku, juga tak dekat dengan tempatmu. dan disinilah kita tentukan tempatnya. di taman ini. dibawah lampu kota yang belum menyala.
Aku tahu, jika kau tiba nanti, kita tak akan berhenti bercerita. aku tahu kamu akan mengenaliku dengan begitu cepat. meski kita tak pernah bertemu. karena aku bisa membaca pikiranmu. dan kamupun begitu. lewat ribuan kata yang sudah kita bagi bersama. bukankah dengan itu aku dan kamu mengenal begitu dalam? sehingga di pertama pertemuan kita, kita akan merasa sudah mengenal ribuan tahun lamanya. dan juga bukankah engakau adalah tulang rusukku? bagaimana dia tidak bisa mengenali bagian tubuhnya secara kental?
Sore sudah beranjak. Aku masih disini. di bawah lampu taman yang mulai menyala. Orang orang sudah semakin ramai saja. dan aku tertutupi oleh kerumunan mereka. Salahkah jika aku terus menanti? meski angin mengabarkan padaku, dia sudah tak melihatmu. entah tersangkut dimana. salahkah aku tetap menunggu? meski awan melukiskan kamu masih disana, tak beranjak. salahkah aku percaya, meski alam mengatakan bahwa hanya Tuhanlah yang bisa membawamu menemuiku?. kamu sudah meninggalkan hati yang terdalam. hingga tidak tersisa cinta yang ada di jiwa.
Aku masih disini. di kursi taman kota. di bawah lampu yang menyala.
Menunggumu !!
lelaki yang selalu mengagumi hatimu, Merliana Abung..
Friday, August 26, 2016
Aku menunggu hari itu
Aku menunggu hari itu..
Permintaanmu mungkin dapat merubah jalanku ke depan.!! Sesak dan menyesakkan. Meski sakit, mungkin ada benarnya.! apa yang akan aku lakukan? ketika kamu meminta kita menjauh entah untuk berapa lama. entah untuk berapa waktu. entah akan balik mendekat kembali atau tidak sama sekali. Mungkin akan menghilang. memudar atau semakin kuat?
Aku tak pernah tau. Tapi jalan ini yang kita pilih, lebih tepatnya kamu yang menginginkan, atas kesalahanku. akan selalu ada alasan untuk aku mencoba berjalan lurus ke depan, tanpa menoleh ke belakang, walau lagi tanpamu, walau lagi tanpa senyummu.. Suara gemericik gesekan dahan kering karena angin pagi, serupa dengan gerak anak rambutmu tersapu angin. yang selalu ingin aku sibakkan dan mengecup dahimu. Ah, aku sedang berhalusinasi., seakan akan ingin memberitahuku bahwa akan ku jumpai banyak hal yang selalu menuntunku untuk kembali mengingatmu. Bahkan hanya sekedar berbincang dengan matahari pagi yang kemunculannya sama sepertimu di hari hari sebelumnya.
Menghangatkan. !! kamu dengan banyak kemampuanmu, sampai aku mulai tertarik dengan kopi yang sebelumnya kau minum dari bibirmu. Aku mulai tertarik dengan banyak kata yang membuatku tak ingin lagi melihat yang lain. aku mulai tertarik dengan kebiasaanmu , yang berkata, aku merindukanmu.
Ikatan rasa ini sudah semakin kuat. Tak mudah bagiku untuk menganggapnya biasa biasa saja. Meski aku ingin terlihat baik baik saja, agar kamu dan aku bisa sama sama kuat ketika harus melepaskan pegangan tangan, dan berpisah di persimpangan jalan itu. di bawah lampu jalan, yang sinarnya mulai meredup. Aku ingin terlihat kuat dan tegar, tapi rasa nervous dan sakit perut mulai mengganggu konsentrasiku. aku seperti duduk di ruang tunggu bandara, sebelum boarding ke pesawat. menunggu loudspeker memberitahu waktu boarding sudah di mulai. Keringat dingin sudah mulai mengalir dari rambut dan turun ke kening. mengucur lumayan deras. dan tanganku mulai berkeringat. Aku sperti menunggu Malaikat Maut menjemputku. sementara aku masih begitu erat menggenggam erat jemarimu. bagaimana ini? bagaimana mengatasinya? . Ribuan doa begitu saja meluncur dari bibirku. tak berhenti. aku berharap mampu meredakan kegugupanku. Ah, suasana ini..
Semua kekisruhan ini karena, Cinta !
Cinta yang mengenalkanku pada perasaan yang bercampur aduk. entah seperti apa. Aku tau, suatu hari ini pasti terjadi. tapi aku tak pernah mempersiapkannya dengan baik. kebahagiaan bersamamu membuatku mengabaikan keadaan ini. Aku hanya berpikir kita akan selalu bersama, sampai pada ujung cerita. Meski cinta tak pernah ada ujung cerita. Aku selalu di ayun2kan mimpi dan harapan, bahwa kita akan menua bersama. akan ada dalam satu atap, melakukan banyak hal sebelum pada akhirnya kita akan saling meninggalkan satu sama lain.
Entahlah, apa yang tengah ada dalam benakku sekarang ini.. semua membingungkan. apalagi ketika membaca kembali kalimatmu,"merlin tidak akan berharap dan memberi harapan lagi sama aak, aak mesti bisa menerima keadaan ini.". Alangkah cepatnya waktu mengubah pikiranmu. ini untuk kesekian kalinya. kadang aku khawatir, setelah kita menjauh, akankah waktu mengikis semua tentangku dalam ingatanmu?.
Waktu terbaik. aku menyebutnya begitu. Ribuan detik yang kita lalui bersama dalam hampir sepuluh bulan ini. menabur banyak kenangan. melukis banyak kisah, menoreh banyak warna. aku melakukan banyak usaha untuk bisa dekat dengan hatimu. usaha yang kamu bilang kebaikan, usaha membahagiakan hatimu. usaha memenangkan hatimu. karena sejatinya laki laki haruslah berjuang. meski dia menunggu. usaha yang tidak juga di bilang gagal. setidaknya kamu membalas perasaanku. setidaknya aku pernah merasakan begitu di cintai, setidaknya aku pernah bisa mengatakan , kamu milikku. Sampai akhirnya pada akhirnya nanti, kamu akan menyadari dan mengingat semua usahaku untuk membahagiakanmu. dan jika saat itu tiba, pada akhirnya kamu akan menyadari bahwa kehilanganku akan membuatmu mengatakan pada dirimu sendiri, bahwa pada akhirnya kamu akan merindukanku, dan akan menyisakan ruang dalam hati dan pikiranmu untuk tetap menjagaku dalam kenanganmu. terima kasih untuk ribuan detik waktu terbaik kita. terima kasih untuk membuatku menjadi hidup dan merasakan bagaimana menjadi laki laki. terima kasih untuk cinta terbaik yang kamu berikan dan aku berikan. aku tidak tahu bagaimana ujung kisah ini. aku hanya percaya pada tangan Tuhan yang bekerja menuliskan kisahnya. ujungnya, endingnya. aku hanya berharap, ending itu adalah yang terbaik dan kebahagiaan buat kita. aku akan selalu mencintamu. dan menjagamu dalam kenanganku. mengumpulkannya satu demi satu. menyimpannya, dan pada suatu hari nanti, akan ku kembalikan padamu. ku urai satu persatu kisah baru yang aku buat sejak jauh darimu. kita akan habiskan hari itu, duduk berdua, menikmati satu cangkir kopi bersama, di bawah rindang pepohonan, menatap mentari pagi yang memeluk dengan hangatnya.
Aku Menunggu hari itu..!!
Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita tetap abadi
biarlah sinarmu terang, menerangi alam ini
agar menjadi saksi cinta kita...berdua..
Lelaki yang selalu mengagumi jiwamu, Merliana Abung
Friday, August 12, 2016
Menghitung hari..
Bersamamu ku lewati
Lebih dari seribu malam
Bersamamu yang ku mau
Namun kenyataannya tak sejalan..
Tuhan bila masih ku di beri kesempatan
izinkan aku untuk mencintainya
namun bila waktuku telah habis dengannya
biar cinta hidup sekali saja
Tak sanggup bila harus jujur
Hidup tanpa hembusan nafasnya..
Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali
sekali lagi untuk mencintainya
namun bila waktuku telah habis dengannya
Biarkan cinta ini..biarkan cinta ini
Hidup untuk sekali ini saja..
Apakah kau melihatku dari balik dinding kaca itu , sayang ! aku, kesayanganmu. Yang tengah dipaksa menghitung hari, detik perdetik..
Aku kesyanganmu yang sudah hampir kehabisan waktu. Bagaimana sudah rupaku ,sayang? masih terlihat tampankah? atau sudah mulai acak acakan? padahal baru beberapa minggu yang lalu, ku pangkas rapi rambutku. mengikuti trend anak muda sekarang, agar terlihat lebih rapi. bukankah potongan rambutnya sangat kau sukai. potongan rambut bergaya ala artis korea kesayanganmu.
bagaimana sudah wajahku ,sayang? terlihat segarkah? atau sudah kusut masai? mata yang sembab, dan dahi yg berkerut. padahal aku tak pernah telat mandi dan mencuci muka sebelum menemuimu.
bagaimana sudah rupa tubuhku , sayang? tambak bugarkah? atau terlihat lemas tak bertenaga? padahal aku sudah menghabiskan dua mangkuk sop kesukaanku.
Beranjaklah dari tempatmu melihatku. hampirilah aku, selagi hari masih meninggi, rasanya aku sudah kehilangan tenaga untuk bisa sampai di tempatmu menungguku. aku tak yakin, senja akan datang agak telat hari ini, berbaik hati menungguku untuk sampai kepadamu terlebih dahulu. Bukankah batas waktunya hanya sampai senja? dan ketika malam datang, aku sudah tidak bisa melihatmu lagi.kau akan menghilang bersama malam. dan meninggalkanku terpuruk disini. sendiri. tanpa bisa apa apa.
Aku tau,
Ini semua kesalahanku. perjalanan menujumu ternyata tak semudah yg aku bayangkan. tak semulus yang aku kira, begitu banyak yang menghalangi. aku tak bisa menepati janjiku untuk tiba tepat waktu, meski aku sudah berjuang dan memberi yang terbaik yang aku bisa.
Perjalanan ini sebenarnya begitu dekat, tapi karena Rumah yg kita tuju berlainan, alangkah susahnya untuk sampai ke padamu, atau aku tak akan pernah sampai? ,meski cinta yang kupunya bukan perahu rapuh yang tak bisa membawaku mengarungi dunia untuk sampai ke dermagamu.
Sayang..
Salahkah aku memilih perahu ini? jalan ini? arah ini?
Tolong katakan bagaimana dan jalan mana yg harus aku tempuh , agar aku sampai di hadapanmu. Begitu inginnya aku membelai wajahmu, mengecup hangat keningmu, dan mengatakan betapa aku mencintaimu, menginginimu, membutuhkanmu, mengharapkanmu...
Sayang..
Bicaralah..atau setidaknya katakan sesuatu, akankah perjalannku ini sia sia?
Atau seperti ucapanmu yang dikirim oleh angin, Bahwa jika Tuhan mengambilmu dari aku, Dia sudah punya yang baik untukku? dan sebaliknya, jika Tuhan mengambilku dari kamu, Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang lainnya, yang lebih baik dari diriku untukmu?
Kita saling mencintai, tapi harus merelakan.
Aku masih bertanya rahasia apa yang Tuhan simpan untuk perkenalan ini,pertemuan denganmu, hari yang kita lewati, perasaan yang tumbuh, berkembang dan hidup. Rahasia apa yg gerangan Tuhan sembunyikan dari kita. dan kamu bilang , Tuhan pasti punya alasan kenapa memberi luka,
Tuhan pasti punya alasan kenapa merancang skenario ini?
Aku tahu Sayang..
Hidup kita ada dalam rencanaNYA, tapi terkadang aku begitu keras kepala. Apa karena aku sudah mengalami begitu banyak kehilangan dan luka? lalu bagaimana kali ini aku membalutnya lagi, haruskah aku berdebat lagi deganNYA?dan memusuhiNYA untuk beberapa waktu, sampai DIA menjewer telingaku, dan mengatakan bahwa DIA ada. DIA nyata..! dan DIA lagi lagi membawaku pada kisah tak berujung. Pada kasih yang tak sampai, pada Cinta yang hanya memabukan sesaat, lalu menghancurkanku dengan segala kesombongannya, sambil mengangkat tangan kemenangannya, dan berkata..Kamu..Ardja ! ku kalahkan lagi.
Sayang..
beranjaklah dari dudukmu. jangan diam , pasrah dan ikhlas seperti katamu. berusahalah barang sedikit, tunjukan jika kamu juga mencintaiku..
Tapi aku tau, kau tak cukup kuat untuk itu. jarak kita terlalu jauh bukan? dan waktunya tak cukup untuk itu, aku tau, kita tak akan pernah merubah arah , aku tak akan berpindah di jalanmu, dan kamu pun begitu. lalu bagaimana caranya kita bertemu? apakah hanya ada satu cara? berpisah? dan melangkah masing masing?
Sementara cintaku bak hujan yang menderas, membasahi hampir seluruh tanah di ladangmu. bagaimana aku menghentikannya,
kamu tau ,sayang..
waktuku tak akan sampai pada senja, aku tau itu.jika saja aku sekuat lelaki lain di luar sana, apapun akan aku lewati untuk bisa sampai di hadapanmu. memintamu pada kedua orang yang menghadirkanmu di jalan ini, di persimpangan tempat kita bertemu, di takdir kisah hidup kita, meski sejauh apapun itu tempatnya, besarnya halangannya, karena aku hanya ingin mengambil tulang rusukku, dan memasangnya kembali pada tubuhku, dan membuatku Sempurna. lelaki sempurna, yang mendapatkan kembali tulang rusuknya yang hilang.
Dan kamulah tulang rusukku itu ! duhai Merliana !
Tertatih sudah langkah kakiku..dan senja mulai merangkak perlahan. mengambil hari yang mulai mengalah. aku masih bisa melihatmu duduk disitu, dalam bayangan yang kian memudar..mataku basah , genangan yg sedari tadi tertahan, meluap bak air bah...dan hujan melengkapinya.
Apakah ada bedanya, hanya diam menunggu dengan memburu bayang bayang? sama sama kosong. dan apakah ada bedanya, ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah? sama sama nikmat ! tinggal bagaimana kita menghayati, di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka..
Aku masih bisa melihat senyummu..sebelum senja mengambilnya..akankah ada waktu mempertemukan kita kembali, di tempat ini, tapi dijalan yang sama, diarah yang sama, dan kita menghitung waktu bersama, bukan waku untuk berjalan sendiri sendiri, tapi waktu untuk menua bersama, dan menghitung setiap jengkal perjalanan dengan torehan kisah penuh warna kebahagiaan.
Kamu..pemberi warna lain dalam hidupku. ya kamu..tak ada lagi kamunya aku, selain dirimu..
Sayang..
Maukah kau menungguku??
Menghitung hari, sebelum senja mengambilmu..
Untukmu, kekasih hati
Saturday, August 6, 2016
If I could..
You Are Free To choose, but you are not free from the consequences of your choice !!
Sayang...
Aku memintakan banyak doa yg tidak aku khususkan hanya untuk pribadiku, aku juga meminta banyak doa untuk kekasih hatiku, pujaan jiwaku. Untuk perjuangan cinta yang dalam pengukuhannya mengalami banyak sekali tanda tanya ! Cinta yang pengakuannya banyak sekali penolakan !
Aku tidak berani menemui Tuhan walau hanya untuk sekedar bercerita tentang cintaku yang memang aku tau dan aku akui adalah kesalahan bahkan sejak awal pertemuan. Ah, Tuhan maafkan aku atas pilihan cintaku ini, aku mencintainya dan ingin bersamanya. apakah aku salah memilihnya hanya karena berbeda tempat menujuMU? Aku hanya berani diam dengan bayak harapan ,Engkau mau memaafkan dan mengerti akan pilihanku. Bukankah rasa ini Engkau juga yang menghembuskannya?
Aku tak lagi mempunyai keberanian untuk meminta banyak hal, perihal apapun, termasuk kebahagiaan!. Tuhan, saat aku bertanya pada seseorang yang mempunyai kepribadian baik, dan yang sangat dekat dengamu, tentang pilihan cintaku, ia memperhatikanku dengan sangat detail! Apakah pertanyaanku lucu ? atau terdengar aneh? Bahkan untuk banyak orang. Apakah itu hal yang menjijikan? Lama ia tak menjawab, sampai akhirnya ia menjawab bahwa Cinta tak pernah berbatas meski cinta yang baik tak pernah berada di luar batas. Apakah pilihan cintaku di luar batas?? melampaui batas? aku mencintai seorang perempuan. thats is normal? aku tidak mencintai seorang lelaki, seseorang yg sejenis denganku, lalu dimana salahnya? lalu apakah pilhan cintaku baik? aku kembali menanyakan pertanyaan untuk pribadiku.
Kebaikan hanya akan di dapatkan dari caraku memperlakukan orang lain, meski tanpa didasari saling suka. kebaikan akan dengan sendirinya akan menciptakan cinta yang baik. meski yang lain banyak mengatakan kesalahan. karena kesalahan pada cinta adalah cara Tuhan menguji mahkluk yang di ciptakanNYA.
Bahkan ada banyak hal yang dalam kesalahan justru membimbing seseorang mendapatkan kebaikan. bahkan dengan sendirinya akan menjadi dewasa karena banyaknya waktu yang akan menjadi saksi pembelajaran dalam hal apapun.
Aku memperlakukannya dengan baik. begitu juga dirinya. hanya dunia yang membuat dinding pembatas itu. sehingga begitu sulit untuk menyatukan cinta yang baik ini. apapun itu Tuhan, aku tak meminta banyak padaMU, hanya permudah saja jalannya untuk niat tulus ini, kami tidak akan pernah meninggalkanMU. aku menghormati caranya menujuMU, dan dia pun begitu, menghormati caraku MenujuMu.Kami berdua mencintaMU dengan cara kami masing2. Tapi tujuannya sama, memujaMU dalam Rumah yang Berbeda. Tolong tetapkanlah takdirnya untukku, dan takdirku untuknya.
Aku akan terus mengetuk pintuMU, meski dengan merangkak. Bukankah Engkau pernah bersabda, Jika aku mendekat selangkah, maka Engkau akan mendekatiku berpuluh langkah. Jika aku mendekatiMU dengan berjalan, Maka Engkau akan mendekatiku dengan berlari.
Maafkan aku Tuhan. Aku sangat mencintainya, dan hanya ingin bersamanya. aku tau aku keras kepala, ku harap Engkau mengerti..
Hope, Pray and Trust
Cintaku yang semakin kuat untukmu,sayang..Merliana Ellink
Someday you will be missing Me..
Sampai hatimu tidak lagi merasakan apapun !' Ya ! Apapun !'
Bisakah? Ya pasti bisa !
Bisa yah? Ya kan belum di coba. Kita akan sama sama mencobanya. Mencoba menambahkan tanda baca dalam ejaan hubungan kita. Hubungan ini ! Kita akan mencobanya, seperti ketika kali pertama kamu mencoba untuk menyukaiku. Menerimaku, membawaku ke dalam hidupku.
Walau tidak lagi disatukan dalam satu nafas bacaan, namun tetap harus di bedakan.entah titik atau koma. Koma saja, dengan berhenti tanpa mengambil nafas! Mulailah dengan pelan memghapus tentangku satu demi satu. Pelan pelan saja. Karena jika terburu buru akan kacau jadinya. Hujan deras memang hanya satu kali. Sebentar saja, tapi akan memporak porandakan semua. Hancur. Tak bersisa. Dan itu butuh waktu yg lama untuk membangunnya kembali. Walau tidak akan sama , setidaknya rebuild tidak akan begitu memyesakan jika hancurnya perlahan. Masih bisa di tempel ulang.
Pernah aku menulis surat untuk Tuhan! Perihal harapan, perihal keinginan, namun ku urungkan, ah untuk apa aku membuat jemariku lelah, Tuhan pasti tau apa yang ku pikirkan, walau kadang seperti tidak mau tau. Namun satu hal yang pasti , tentang kamu yang selalu berusaha aku nyatakan, aku meminta khusus pada NYA, menyegerakan kebahagian bersamamu, lagi lagi aku memaksa, lagi lagi aku keras kepala,dan nyatanya , tidak lagi lagi aku mbodohi Tuhanku!
Ahh..aku hampir tidak dapat mengendalikan apa yang harusnya disegerakan, menyegerakan kemakmuran untuk hidup berkecukupan! Untuk kehidupan.
Cukup ada kamu ! Ya itupun salah satunya. Tapi apakah adanya kamu cukup membuat hidup berkecukupan? Belum tentu ! Aku suka makan, aku suka jajan, lalu apa aku merasa cukup hanya menatapmu? Kamu yang menetap dan aku yang menatap, hahahaha, ini gila ! Aku menyegerakan apapun untukmu, sampai aku sadar, aku hanya seseorang yang berusaha melindungimu, berusaha menjagamu, metingankan kelelahanmu, sampai kamu berkata , Terima Kasih, ! Penjagaan seperti apa? Penjagaan yg bagaimana? Entahlah, aku hanya tau, berada di sekitarmu, sudah membuatku banyak tau, bahwa Tuhan itu ada ! Dan Dia nyata ! .aku mencari yang apa yang tidak ada, walau aku mempercayai bahwa itu hanya belum di temukan. Namun bertemu denganmu dan menemukanmu, sampai kamu merasa ada aku, sampai pada masanya kamu akan merasa kehilangan aku, sampai pada akhirnya hatimu tidak lagi merasakan apapun, karena pada akhirnya kamu menyadari yang kamu cari mungkin saja aku, mungkin saja orang lain.
Itulah perpisahan. Dan aku tak lagi menatapmu. Kamu ! Si pemberi warna lain kehidupan.
Mungkinkah sekarang kamu mulai menyadarinya? Bahwa cinta ini hanya membuat pilu.
Aku akan lebih dekat lagi. Tak baik untuk berputus asa. Hanya menjalani skenario yang sudah di gariskan untuk kita. Dan kita tau kitalah pemain utamanya. Hanya yg tidak kita tau adalah jalan ceritanya. Kita tak bisa membaca skenarionya. Hanya menjalani garis takdir ini.
Bukan cintanya yang harus selesai, tapi kisahnya yg harus terhenti
Masuk dalam tanda koma. Bukan titik. Tanda bacaan yang jelas. Artinya masih ada.kesempatan untuk di lanjutkan.
Sayang..
Berjalanlah. Temukan yang ingin kau temukan . Carilah apa yang ingin kau cari. Aku masih akan ada disni. Melihatmu dari jauh. Menjagamu dengan doa. Dan menjaga cinta ini sampai Tuhan mempertemukan kita lagi suatu hari nanti. Aku percaya itu.
Hope, Pray and Trust..
Bawalah pergi cintaku..
Ajak kemana kau mau
Jadikan temanmu, temanmu paling kau cinta
Disini kupun begitu
Terus cintaimu di hidupku
Di dalam hidupku..sampai Tuhan
Mempertemukan kita nanti..
Untukmu kekasih hati, merliana Ellink
Friday, August 5, 2016
Hope,pray and trust
Dalam benakku lama tertanam sejuta bayangan dirimu.
Redup terasa cahaya hati
Mengingat apa yang telah kau berikan.
Waktu berjalan lambat mengiring dalam
Titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan...
Sayang..
Dahulu bahagiaku sederhana, sesedrhana hanya dengan kesendirian dan menemukan diri sendiri dalam kesunyian.. jauh sebelum ada kamu.
Aku tau kamupun begitu.
Tapi sayang..
Sungguh aku tak bisa menolak takdir ini. Titian takdir yang membawaku menemukanmu. MeNggantikan kesunyianku dengan keriangan. Keributanmu memecah sunyi senyap hidupku. Dan hari terasa begitu berwarna. Kamu mberikan banyak warna. Dan itu membahagiakan.
Hari ini kamu mengatakan membenciku. Kebosananmu akan sesuatu. Memintaku pergi jauh jauh..
Sini mendekat sayangku,pegang erat jemariku. Karena akan kupastikan kau tidak akan terlepas dari peganganku.! Ahh..jangan kau pikirkan mereka. Jangan pikirkan keadaannya, jangan kau pikirkan ttg kebosananmu, kebencianmu, putusnya harapan dan terpecahnya semua impian. Bagiku memegang tanganmu, sampai kita tak lagi menemukan diri kita dalam keterasingan, sampai kita tidak lagi merasakan kebosanan, kesedihan dan harapan yg sudah ada di titik nadir. Adalah sebaik baiknya waktu yang Dia titipkan.
Jangan menatapku dwngan mata kesedihanmu sayangku !' Tidak hanya kau yang terluka, hatiku bahkan lebih parah. Aku rela melucuti semua kebahagianku, membaginya rata denganmu,bahkan membaginya semua untukmu. Hanya padamu. Tanpa kamu perlu tau, kesedihanku akan tetap kusembunyikan , kan tetap ku pastikan, tak akan terjamah oleh waktu, bahkan saat kau bahagia meski bukan denganku, meski tanpaku.
Sini, dekat dan duduklah di belakangku, peluk erat tubuhku, pakai helmmu, mari merobek keangkuhan dunia, mendobrak perbedaan yg memberi jarak antara kita, memecah dinding keangkuhan perbedaan itu, yang membuatmu menangis, dan membuatku merasa bersalah telah memberimu cinta. Bersalah telah menemukanmu.meski kita tau cinta ini pada akhirnya hanya membuat pilu. Duduklah dengan tenang. Akan kupastikan kita akan selamat sampai disana. Meski aku tidak tau entah dimana ujungnya.
Kenapa mesti kamu, mesti dirimu ? Ahh..sayang. jangan menghujaniku dengan pertanyaan itu. Akupun tidak tau, kenapa aku berjalan di jalan menujumu. Kenapa mesti kamu yang aku temukan.kenapa mesti pada hatimu Tuhan titipkan cinta ini
Duhai sayang..
Jangan membasahi punggungku dengan air matamu. Tertawalah disana. Apa aku harus bercerita hal yg lucu, meski tidak lucu. Pukullah punggungku, jk itu bisa membuatmu lega. Tapi jangan menangis, karena jemariku tak bisa menghapusnya. Jangan menangis..karena setiap tetes air mataku, menyayat hatiku. Aku tidak tau bagaimana menyembunyikan luka ini.
Sayang..
Ayo naiklah. Akan kubawa dirimu mengitari kota, menghabiskan hari. Melupakan kebencianmu padaku. Kebosananmu untuk kisah ini. Apa yg mesti aku tulis akhirnya sayang?
To be continue..atau kita tamatkan dwmgan terpaksa. Dan pemain utamanya kita matikan saja? Bagaimana menurutmu?
Dahulu kebahagianku sangatlah sederhana. Sesederhana aku menemukan diriku dalam kesendirian. Dalam kesunyian. Tanpa apa dan siapa. Jauh sebelum ada kamu, jauh sebelum menemukanmu..
Seperti dirimu...aku tau itu. Jangan salahkan takdir ini sayang, selalu ada kebaikan didalamnya. Kamu percaya itu bukan?
Jika dengan membenciku kamu bisa mengusir semua kesedihannya, penyesalannya, maka lakukanlah..tapi cinta untukmu akan selalu sama. Terus mengalir seperti air, turun membasahimu seperti gerimis.
Jika tidak denganku, aku percaya Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik untukmu. Tapi aku akan selalu mencintaimu. Akan selalu disini. Menjagamu denganku. Karena bagiku kamulah tulang rusukku sayang. Perempuanku. Aku tidak bisa mencari yang lain
Mungkin ini takdirku. Biarlah aku menyimpanmu disini. Pada hatiku. Aku tidak lagi sendirian. Karena langkahku selalu ada dirimu.
Aku akan selalu mencintaimu, sayangku.
Mengapa harus keyakinan memisah cinta kita.
Meski cintamu aku..
Sesungguhnya aku kangen kamu
Dimana dirimu, aku gak ngerti..
Dengarkanlah..kau tetap terindah
Meski tak mungkin bersatu.
Kau selalu ada di langkahku
Hope, pray and trust.
Someday you will be mine. Merliana abung
Thursday, August 4, 2016
Memanggilmu di ujung rindu
Sayang..
Rindu itu curang. Dia hanya tau bagaimana caranya bertambah, tapi tidak tau bagaimana caranya berkurang. Siapa yg betah berteman dengannya?
Tapi tak ada cara lain untuk menyingkirkannya selain menemui yang di rindukan..
Seperti kita sayang..
Rindu itu sudah tak lagi berbentuk. Entah seperti apa rupanya sekarang. Terhimpit waktu, tersesak jarak, dimakan kelelahan, di gerogoti sepi..
Sayang..
Berilah seteguk kopi yang tengah kau nikmati, biarkan aku duduk disampingmu, meski hanya sebuah fhatamorgana, bayang semu dan harapanku..biarkan aku menikmati setiap kata yang kau baca, jikapun tidak, aku tak keberatan kau ceritakan apa yang kau baca sambil bersandar pada bahuku.itu akan lebih baik.
Aku temani duduk soremu, sayang..
Dan dengan sabar dan antusias akan ku dengarkan celotehmu.
Perihal apapun itu..
Biarkan aku menikmati setiap jengkal waktu berjalan bersamamu.disisimu..
Aku tau..dan tak perlu diingatkan. Batas waktunya hanya sampai senja menghilang. Meski tempat nongkrongnya masih tetap buka.
Kamu tau,sayang..
Aku masih merasa mengenalmu kemarin pagi. Menikmati setiap candaanmu di semua kata yg kau tuliskan..
Kekagumanmu atas diriku. Semua sayang.
Dan kini aku diharuskan menghitung waktu dari detik yang berjalan, jika aku mesti membiarkanmu pulang sendirian, tanpa memintaku menemanimu.sungguh ini menyedihkan. Tapi hidup harus terus berjalan, seperti detik waktu, seperti hari yang makin mendekati senja.
Aku masih saja belum hapal jalan menuju tempatmu,sayang..tapi hari makin meninggi, dan aku kehilangan waktu. Bagaimana aku bisa mengingat setiap jengkal petunjuk yang kau gambarkan? Sementara kau mulai memgubah kata, mengubah peta, mengubah kebiasaanmu. Bagaimana bisa aku memastikan tiba di tempatmu tepat waktu, sementara jalannya kau samarkan. Kadang kau memberiku semangat. Aku tau aku laki2. Yang tak ada kata menyerah. Karena bagi kaumku, selagi layar terkembang, pantang sauh dilemparkan. Tetap berlayar, meski badai sebegitu hebatnya. Tapi bagaimana aku menemukan daratan untuk berlabuh sementara lampu mercusuar mulai meredup.
Sayang..
Berceritalah yang banyak.perihal apapun. Buatlah aku lupa barang sejenak, tentang hari yang mulai meninggi, tentang matahari yg sebentar lagi membawa senja datang menghampiri. Tentang coffee shop tempat kita menghabiskan waktu mulai berbenah untuk tutup. Tentang kopi yang kita habiskan hanya tinggal ampasnya saja.
Mataku tak lepas pandangan dari raut wajahmu, sayang..
Biarlah aku gambar sedetail mungkin dalam hatiku. Agar wajah itu akan membekas selamanya. Dan ketika rindu mulai menyakitiku aku biarkan hatiku membuka kotaknya. Mengeluarkan pahatan wajahmu untuk ku nikmati..
Apa sayang ?
Tentu saja ada namamu. Itu sudah jelas. Meski mungkin saja aku temui nama yg sama di luar sana. Tapi namamu hanya ada satu dalam hatiku. Hahahhaa..gombal katamu?! Aku tidak sedang merayumu..
Karena meski aku merayumu,tak juga bisa menghentikan waktu..
Aku tak sedang bersedih, apakah ada bedanya, ketika kita bertemu dan ketika saat berpisah? Sama sama nikmat sayang. Hanya bagaimana kita menyembunyikan dada yg terluka, hati yang tersayat. Dan air mata..
Kata orang bijak, jika kamu mencintai sesuatu, lepaskanlah..ketika dia meminta untuk pergi. Karena jika dia milikmu, maka waktu akan membawanya kembali..
Sekarang kita di posisi itu sayang..
Waktu akan mengembalikanmu padaku. Dan waktu juga yang akan membawaku menuju rumahmu. Meski kau samarkan petunjuk, kau hapus dalam peta , tak terjangkau GPS, atau Google Map. Cinta akan menuntunku menemukanmu. Seperti dulu...seperti kali pertama aku menemukanmu.
She always on my mind
From the time i wake up, till i close my eyes
She's everywhere i go
She's all i know
Though she's so far away
It just keeps getting stronger every day
And even now she's gone
Iam still holding on
So tell me where do i start
'Cause it's breaking my heart
Don't wanna let her go
Maybe my love will comeback some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find their way
Only heaven knows
And all i can do is hope and pray
'Cause heaven knows
My friends keep telling me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if she returns in kind
I'll know she's mine..
So tell me where do i start..
Why i live in despair
Cause wide awake or dreaming
I know she's never there
And all these time i act so brave
Iam shaking inside
Why does it hurt me so..
And all i can do is hope and pray..
Heaven knows...
Untukmu cintaku. Aku memanggilmu di ujung rinduku. Merliana abung
Rindu itu curang. Dia hanya tau bagaimana caranya bertambah, tapi tidak tau bagaimana caranya berkurang. Siapa yg betah berteman dengannya?
Tapi tak ada cara lain untuk menyingkirkannya selain menemui yang di rindukan..
Seperti kita sayang..
Rindu itu sudah tak lagi berbentuk. Entah seperti apa rupanya sekarang. Terhimpit waktu, tersesak jarak, dimakan kelelahan, di gerogoti sepi..
Sayang..
Berilah seteguk kopi yang tengah kau nikmati, biarkan aku duduk disampingmu, meski hanya sebuah fhatamorgana, bayang semu dan harapanku..biarkan aku menikmati setiap kata yang kau baca, jikapun tidak, aku tak keberatan kau ceritakan apa yang kau baca sambil bersandar pada bahuku.itu akan lebih baik.
Aku temani duduk soremu, sayang..
Dan dengan sabar dan antusias akan ku dengarkan celotehmu.
Perihal apapun itu..
Biarkan aku menikmati setiap jengkal waktu berjalan bersamamu.disisimu..
Aku tau..dan tak perlu diingatkan. Batas waktunya hanya sampai senja menghilang. Meski tempat nongkrongnya masih tetap buka.
Kamu tau,sayang..
Aku masih merasa mengenalmu kemarin pagi. Menikmati setiap candaanmu di semua kata yg kau tuliskan..
Kekagumanmu atas diriku. Semua sayang.
Dan kini aku diharuskan menghitung waktu dari detik yang berjalan, jika aku mesti membiarkanmu pulang sendirian, tanpa memintaku menemanimu.sungguh ini menyedihkan. Tapi hidup harus terus berjalan, seperti detik waktu, seperti hari yang makin mendekati senja.
Aku masih saja belum hapal jalan menuju tempatmu,sayang..tapi hari makin meninggi, dan aku kehilangan waktu. Bagaimana aku bisa mengingat setiap jengkal petunjuk yang kau gambarkan? Sementara kau mulai memgubah kata, mengubah peta, mengubah kebiasaanmu. Bagaimana bisa aku memastikan tiba di tempatmu tepat waktu, sementara jalannya kau samarkan. Kadang kau memberiku semangat. Aku tau aku laki2. Yang tak ada kata menyerah. Karena bagi kaumku, selagi layar terkembang, pantang sauh dilemparkan. Tetap berlayar, meski badai sebegitu hebatnya. Tapi bagaimana aku menemukan daratan untuk berlabuh sementara lampu mercusuar mulai meredup.
Sayang..
Berceritalah yang banyak.perihal apapun. Buatlah aku lupa barang sejenak, tentang hari yang mulai meninggi, tentang matahari yg sebentar lagi membawa senja datang menghampiri. Tentang coffee shop tempat kita menghabiskan waktu mulai berbenah untuk tutup. Tentang kopi yang kita habiskan hanya tinggal ampasnya saja.
Mataku tak lepas pandangan dari raut wajahmu, sayang..
Biarlah aku gambar sedetail mungkin dalam hatiku. Agar wajah itu akan membekas selamanya. Dan ketika rindu mulai menyakitiku aku biarkan hatiku membuka kotaknya. Mengeluarkan pahatan wajahmu untuk ku nikmati..
Apa sayang ?
Tentu saja ada namamu. Itu sudah jelas. Meski mungkin saja aku temui nama yg sama di luar sana. Tapi namamu hanya ada satu dalam hatiku. Hahahhaa..gombal katamu?! Aku tidak sedang merayumu..
Karena meski aku merayumu,tak juga bisa menghentikan waktu..
Aku tak sedang bersedih, apakah ada bedanya, ketika kita bertemu dan ketika saat berpisah? Sama sama nikmat sayang. Hanya bagaimana kita menyembunyikan dada yg terluka, hati yang tersayat. Dan air mata..
Kata orang bijak, jika kamu mencintai sesuatu, lepaskanlah..ketika dia meminta untuk pergi. Karena jika dia milikmu, maka waktu akan membawanya kembali..
Sekarang kita di posisi itu sayang..
Waktu akan mengembalikanmu padaku. Dan waktu juga yang akan membawaku menuju rumahmu. Meski kau samarkan petunjuk, kau hapus dalam peta , tak terjangkau GPS, atau Google Map. Cinta akan menuntunku menemukanmu. Seperti dulu...seperti kali pertama aku menemukanmu.
She always on my mind
From the time i wake up, till i close my eyes
She's everywhere i go
She's all i know
Though she's so far away
It just keeps getting stronger every day
And even now she's gone
Iam still holding on
So tell me where do i start
'Cause it's breaking my heart
Don't wanna let her go
Maybe my love will comeback some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find their way
Only heaven knows
And all i can do is hope and pray
'Cause heaven knows
My friends keep telling me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if she returns in kind
I'll know she's mine..
So tell me where do i start..
Why i live in despair
Cause wide awake or dreaming
I know she's never there
And all these time i act so brave
Iam shaking inside
Why does it hurt me so..
And all i can do is hope and pray..
Heaven knows...
Untukmu cintaku. Aku memanggilmu di ujung rinduku. Merliana abung
Monday, August 1, 2016
Sebelum senja membawamu pergi
Sayang, mari sini. Berjalanlah disisiku, mendekatlah padaku, biarkan aku menggenggam jemarimu, rapatkan bahumu. Karena ku pikir tidak perlu ada celah antara kita, kamu dan aku. Berjalan beriringan. Saling menggenggam jemari
Menikmati panorama senja, senja yg sebentar lagi menghilang, senja yg membawa pergi matahari. Dan malam akan menggantikannya. Menutup kisah hari dan mataharinya. Sambil kita bercerita. Perihal apapun.perihal kita, perihal perjuangan kita,perihal apapun sayang !, yang sampai akhirnya membuat kita tahu, cinta ini membuat pilu..
Sayang, kita sama tau, aku dan kamu, tidak akan pernah satu. Tapi sayang, kamu harus tau, kamu di aku akan selamanya hanya satu, Kamu !
Apa?
Hahahaa..
Aku tau, itu tidak perlu. Tidak kau pintapun aku akan melakukannya. Naiklah ke punggungku. Aku kuat menggendongmu. Sampai di ujung pantai sana. Biarkan aku merasakan hangat tubuhmu. Ahh..aku mungkin tidak akan kuat untuk tidak memelukmu. Naiklah sayang...mudah saja untukku melakukannya buatmu. Mungkin satu hari nanti ada punggung lain tempatmu berlindung, meski itu bukan aku. ..ayolah sayang..dan aku akan bercerita untukmu. Sampai kau terlelap di pundakku..
Sayang. Seseorang bertanya padaku, apakah aku mencintaimu ?,
Hahahaha..sayang Kamu salah, aku tidak menjawabnya dengan mengatakan aku bahkan sangat mencintaimu, aku juga tidak menjawabnya dengan mengatakan aku sangat sangat mencintaimu..
Hahaha..jangan mencubitku. Apa ? Kamu penasaran dengan jawabanku?
Cium pipiku terlebih dahulu...
Ahh..terima kasih sayang..menggendongmu seperti ini terasa lebih ringan.
Hahhaha..jangan menggelitikku..iya..iya..aku akan mengatakan jawabanku.
Kamu tau sayang.
Kali itu , aku menjawab dengan mengatakan, aku banyak berterima kasih, karena selama ini, kamu yang ada disini, di hatiku, kamu yang ada disini, di banyak pikiranku, kamu yang ada disini,di penglihatan masa kini dan masa depanku, kamu yang ada disini, yang selalu menghilangkan lelahku, kamu yang ada disini, yang dngan sabar dan penuh kelembutan mendengar keluh kesahku, disetiap langkah perjuanganku, kamu yang ada sini, di antara dera sakitku, kamu yang ada disini, ketika sepi memakan waktuku, kamu yang ada disini, yang memberi warna dalam hidupku. You are apple of my eyes, sayang. Terima kasih, untuk semuanya. Terima kasih untuk semua cinta dan sayang darimu. Terima kasih, karena itu , KAMU.
Sayang...
Cepat sekali terlelapnya. Adakah kamu mendengar perkataanku?
Ahh..semoga angin membawanya pergi. Dan kamu tidak pernah tau jawabn apa yg aku katakan pada waktu itu
Tidurlah sayang..
Tubuhku masih kuat menggendongmu. Ku harap ujung pantai itu masih jauh, dan senja masih lama berakhirnya. Biarkan aku sejenak merasakan hangat tubuhmu, aroma khasmu. Harum rambutmu yg menampar pelan pipiku, karena jika kamu terbangun, aku takut kamu akan mempercepat langkah menuju ujung pantai, dimana kamu katakan disanalah kita berpisah..
Aku tau, bukan cintanya yang telah usai, tapi kisahnya mesti berakhir dulu. Untuk bersambung..benarkan sayang..
Kita bahagia dalam cara yang menyakitkan..saling menginginkan namun harus merelakan...
Semoga aku bisa menemukanmu kembali ketika malam telah berlalu, dan pagi menjelang.. di bawah matahari..
Ya..pasti ! Aku percaya itu..
Aku mencintaimu, sayang..kekasih hati.
Untukmu,huni, merliana abung.
.
Menikmati panorama senja, senja yg sebentar lagi menghilang, senja yg membawa pergi matahari. Dan malam akan menggantikannya. Menutup kisah hari dan mataharinya. Sambil kita bercerita. Perihal apapun.perihal kita, perihal perjuangan kita,perihal apapun sayang !, yang sampai akhirnya membuat kita tahu, cinta ini membuat pilu..
Sayang, kita sama tau, aku dan kamu, tidak akan pernah satu. Tapi sayang, kamu harus tau, kamu di aku akan selamanya hanya satu, Kamu !
Apa?
Hahahaa..
Aku tau, itu tidak perlu. Tidak kau pintapun aku akan melakukannya. Naiklah ke punggungku. Aku kuat menggendongmu. Sampai di ujung pantai sana. Biarkan aku merasakan hangat tubuhmu. Ahh..aku mungkin tidak akan kuat untuk tidak memelukmu. Naiklah sayang...mudah saja untukku melakukannya buatmu. Mungkin satu hari nanti ada punggung lain tempatmu berlindung, meski itu bukan aku. ..ayolah sayang..dan aku akan bercerita untukmu. Sampai kau terlelap di pundakku..
Sayang. Seseorang bertanya padaku, apakah aku mencintaimu ?,
Hahahaha..sayang Kamu salah, aku tidak menjawabnya dengan mengatakan aku bahkan sangat mencintaimu, aku juga tidak menjawabnya dengan mengatakan aku sangat sangat mencintaimu..
Hahaha..jangan mencubitku. Apa ? Kamu penasaran dengan jawabanku?
Cium pipiku terlebih dahulu...
Ahh..terima kasih sayang..menggendongmu seperti ini terasa lebih ringan.
Hahhaha..jangan menggelitikku..iya..iya..aku akan mengatakan jawabanku.
Kamu tau sayang.
Kali itu , aku menjawab dengan mengatakan, aku banyak berterima kasih, karena selama ini, kamu yang ada disini, di hatiku, kamu yang ada disini, di banyak pikiranku, kamu yang ada disini,di penglihatan masa kini dan masa depanku, kamu yang ada disini, yang selalu menghilangkan lelahku, kamu yang ada disini, yang dngan sabar dan penuh kelembutan mendengar keluh kesahku, disetiap langkah perjuanganku, kamu yang ada sini, di antara dera sakitku, kamu yang ada disini, ketika sepi memakan waktuku, kamu yang ada disini, yang memberi warna dalam hidupku. You are apple of my eyes, sayang. Terima kasih, untuk semuanya. Terima kasih untuk semua cinta dan sayang darimu. Terima kasih, karena itu , KAMU.
Sayang...
Cepat sekali terlelapnya. Adakah kamu mendengar perkataanku?
Ahh..semoga angin membawanya pergi. Dan kamu tidak pernah tau jawabn apa yg aku katakan pada waktu itu
Tidurlah sayang..
Tubuhku masih kuat menggendongmu. Ku harap ujung pantai itu masih jauh, dan senja masih lama berakhirnya. Biarkan aku sejenak merasakan hangat tubuhmu, aroma khasmu. Harum rambutmu yg menampar pelan pipiku, karena jika kamu terbangun, aku takut kamu akan mempercepat langkah menuju ujung pantai, dimana kamu katakan disanalah kita berpisah..
Aku tau, bukan cintanya yang telah usai, tapi kisahnya mesti berakhir dulu. Untuk bersambung..benarkan sayang..
Kita bahagia dalam cara yang menyakitkan..saling menginginkan namun harus merelakan...
Semoga aku bisa menemukanmu kembali ketika malam telah berlalu, dan pagi menjelang.. di bawah matahari..
Ya..pasti ! Aku percaya itu..
Aku mencintaimu, sayang..kekasih hati.
Untukmu,huni, merliana abung.
.
Subscribe to:
Posts (Atom)









