ardjakumbara
Sunday, October 2, 2016
Aku mencintaimu
Setabah embun menggantung di ujung daun.
Aku mencintaimu
Seperti daun jatuh yang tak pernah marah kepada angin.
Aku mencintaimu
karena kamu yang terbaik yang pernah aku temukan dan di temukan.
""Seumpama pelukmu adalah bumi, maka aku ingin menjadi daun yang segera luruh walau musim belum mencabutku dari reranting"".
Aku tidak tau,
Jika pada akhirnya kita akan menjadi asing. kita akan saling tidak memperdulikan. ahh..padahal ini bukan yang aku bayangkan, ketika kamu meminta kita menjauh.
Dan ini terasa aneh. yang pastinya menyakitkan. baru terasa kembali. setelah hampir berabad rasanya aku melupakan bagaimana rasanya sebuah perih.
Kamu membukanya kembali, luka yang dulu pernah ada dan waktu menjahitnya. waktu menutupnya, dan aku tidak pernah tahu, jika menemukanmu, luka itu kembali terbuka.
jika saja aku bisa menggunting peta takdir, aku sungguh tak ingin melalui banyak hati untuk menemukan rumah dimana aku bisa tinggal dan tak berjalan lagi. tapi takdir menghendaki kaki ini terus melangkah. bertemu denganmu, menikmati waktu, yang kukira bakal seharian, tapi ternyata hanya sepenggal. bukan karena tak saling menginginkan, tapi takdirnya yang menghentikan.
dan sungguh, aku tidaklah ingin menjadi asing untukmu, menjadi seseorang yang tak lagi membuatmu merasa nyaman. dan aku tidak ingin kamu mulai membenciku. dengan memberi jarak, seolah aku ingin menghabiskan hidupmu saja. itu sungguh menyakitkan. jikapun kamu menghendaki aku menghilang, tak usahlah kau pinta, karena tanpa kamu kehendakipun, engkau akan melupakanku.
Meski..
Aku tetaplah lelaki yang mengagumi jiwamu. mendoakanmu dalam diam. membicarakanmu dalam obrolanku padaNYA. mengulangi memanggil namamu dalam mimpiku, berharap bisa bertemu dan mengatakan yang ingin aku katakan, dan yang dulu ingin kau dengar.
Alangkah tidak enaknya menjadi kepingan dari sebuah kenangan. teronggok di sudut ruang, berdebu dan tak tersentuh. hanya jika angin pada masa lalu berhembus, debunya sedikit menguap, dan matamu melihatnya, tanganmu menyentuhnya, lalu helaan nafas rindu hanya terhembus sesaat, lalu hilang. karena yang baru dan yang ada sudah mengambilmu kembali untuk meninggalkan sekeping kenangan itu. dan pada akhirnya lupa. karena rindu dan melupakan hanya setipis helaian rambut.
Inilah aku..mencintaimu dengan kesederhanaanku. dengan caraku sendiri. cara menurut kamu tidak ada apa apanya.
""I''ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel""
Aku yang masih selalu mengagumi hatimu dengan caraku...
Saturday, September 10, 2016
Rindu
RINDU...
Tak bisa di pungkiri, manuasia akan selalu bersentuhan dengan cinta,.
Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang di cintainya.
Meski terkadang rindu itu amat sangat curang. dia hanya tau bagamana caranya bertambah, tapi tidak tahu bagaimana caranya berkurang.
dan rindu itu menyiksa dan menyakitkan. tak banya yang tahan dan mau berteman dengannya. rasa sesaknya terkadang sungguh memukul bathin. terutama rindu yang muncul disebabkan bentangan jarak yang terlampau jauh. sehingga " jarang " menjadi " semakin jarang ".
Sabda orang bijak ," Allah telah menegaskan lewat Nabi - Nya. Bahwa janganlah seseorang terlalu mencintai sesuatu secara berlebihan, karena boleh jadi di kemudian hari dia membencinya, begitu pula sebaliknya, janganlah seseorang terlalu membenci sesuatu karena boleh jadi di kemudian hari dia akan mencintainya.
Makna dari ungkapan ini adalah tentang ," posri" atau, " takaran ". di semua hal ada takaranya, ada porsinya masing masing. lebih dan kurang ada konsekuensinya atau akibatnya sendiri. disinilah rindu menguji sahabatnya. jika terlalu berlebihan ia akan menyiksanya, jika kurang ia akan membuatnya merasa hambar.
Rindu...
Aku mulai sedikit belajar bersabar dengannya. mulai sedikit belajar untuk berteman dengannya. karena setiap kali mengingatmu, dia seperti sebuah lagu favoritku, ketika berhenti, maka seketika itu juga aku mengulangi memutarnya kembali. menikmati setiap alunan kerinduan itu dengan perasaan nyaman. kuncinya berusaha bersabar atas jalan skenario yang di beri-Nya. berusaha ikhlas untuk apa yang sedang aku jalani sekarang. berusaha menerima keadaannya. karena akupun tahu, dia juga tengah menikmati rindu yang sama alunan nadanya denganku saat ini.
Bersabar dan Ikhlas..
Masih bolehkah aku merindukanmu ???
Untukmu yang hatinya selalu aku kagumi.
Tuesday, August 30, 2016
Hope you understand
Menunggumu disini, bersama senja hari, menunggumu disini , bersama menghilangnya kabut senja.
Bahkan jika kamu rasa perlu, aku akan tetap disini, walau kamu mendiamiku ! bahkan bila kamu rasa perlu, aku akan tetap menunggumu sampai kamu percaya padaku ! sampai hatimu tersentuh, sampai hatimu mengerti. Aku tidak perduli ! banyak purnama datang dan menghampiri, aku tidak perduli berapa banyak hari yang aku lewati, bahkan aku masih tidak perduli, keangkuhan hatimu padaku, pada kerasnya pendirianmu membatasi kehadiranku, pada ketidak pedulianmu padaku, bukankah hakekat ketulusan adalah meluluhkan?
bukankah hakekat kesabaran adalah kebahagiaan?
bukankah hakekat menunggu adalah hasil akhir?
dan bukankah hakekat cintamu adalah aku?
lalu kamu akan berhenti dimana? pada siapa?
Bukankah aku telah meninggalkan banyak tanda agar kamu menemukanku? kelak jika pada akhirnya kamu menyadari, bahwa apa yang kamu cari akan kamu lihat padaku, apa yang kamu rindui hanyalah sosok diriku, dan saat itu aku akan katakan pada dunia, bahwa aku akan menjagamu. yah menjagamu ! tak akan pernah aku biarkan pergi lagi dan terlepas dariku., seperti aku memperjuangkanmu, aku akan menemanimu seperti aku berusaha mendekatimu, karena cintaku satu, dan itu Kamu !. karena perjuangan itu perlu, dan aku ingin bersamamu, dan karena kamu satu.
Tak ada yang lain. semoga kamu mengerti !!
Saturday, August 27, 2016
SOMEWHERE OVER THE RAINBOW
Somewhere over the rainbow
Way up high..
There”s a land that I heard of once in a lullaby
Somewhere over the rainbow, skies are blue
And the dream that you dare to dream really do come true
Someday I”ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemon drops away above the
chimney tops
That”s where you will find me..
Somewhere over the rainbow bluebirds fly..
Birds fly over the rainbow why then, oh..why can”t I ???
If happy little bluebirds fly beyond the rainbow..
Why, oh why can”t i……???
Aku begitu lesu melangkah membuka pintu kamar apartementku.
Langkahku lunglai dan gontai. Tak bertenaga. Rasannya semua tulang tubuhku tak
lagi bisa menopang berat badanku. Gemeretak. Gemetar. Badan yang kuyup oleh air
hujan menambah parah keadaanku. Bibirku kurasa membiru. Aku melepaskan sepatu
tanpa melihat dimana aku tempatkan. Ku letakkan sembarang tas ranselku. Cepat
menuju kamar mandi. Kunyalakan air hangat , tanpa membuka baju, ku guyur
kepalaku. Lalu tanganku membuka kaos dan jeans yang kupakai. Dan hangatnya air
lewat shower mengguyur tubuhku. Ku habiskan waktu sepuluh menit di dalam kamar
mandi. Dan masih di balut handuk, aku rebahkan tubuhku di sofa. Ahhh…
Ada jemari lembut tiba tiba kurasakan membelai lembut
rambutku.
“ ada apa denganmu, anakku?” suara lembut yang tak begitu
asing menyapaku. Suara yang begitu aku rindukan. Aku mencoba mengangkat
kepalaku.”bunda..”. tangannya menahanku.”tidurlah , mas. Bunda tahu kamu
lelah,”
“ bunda.” Air mataku mengalir hangat.
“ bunda tahu, kamu sangat mencintainya, bunda
merasakannya anakku.”
Aku terdiam. Kunikmati sentuhan hangatnya pada kepalaku.
“ tubuhmu panas, kamu itu tidak bisa kena hujan, mas. Kenapa memaksakan diri?”
“ apa yang mesti Mas lakukan, bunda. Haruskah Mas juga
kehilangannya? Mas mencintainya bunda.”rajukku.” Mas juga belum sempat
mengenalkannya pada bunda, tapi dia lebih memlih jalan ini. Memilih menjauh dan
menyerah,”
Belaian tangan perempuan yang melahirkanku ini terasa
sampai ke jiwa. Hangat dan mendamaikan.
“ Sayang. Jodoh, maut, rejeki dan takdir ada pada
tanganNYA. Dan mas mesti percaya itu. Bunda tahu kalian berbeda, tak mas
ceritakanpun bunda sudah mengenalnya. Dan apapun pilihanmu, bunda tak
melarangnya. Tapi bukan kita yang menentukan dia harus jadi milik kita atau
bukan. Tapi Allah sayang, hanya DIA. Yang mas mesti lakukan hanyalah berdoa.
Doakan namanya, pintalah dia pada pemilik hatinya. Yang bunda kenal, anak bunda
tak pernah menyerah, selalu bersemangat dan percaya pada DIA sepenuhnya. Tuhan
itu hanya satu anakku, meski manusia membuatnya menjadi banyak. Mungkin
begitulah manusia punya cara untuk memuja Tuhannya. Dan jika engkau doakan
namanya, namanya hanya satu di langit. Tersangkut di langit yang sama dengan
namamu. Meski dia tinggal di bumi, tapi carilah dia di langit. Agar Allah
menjatuhkan namanya pada hatimu dan buat dirimu. Dan ingat anakku, jika Allah
tidak memberikan nama yang kamu doakan untukmu, mungkin Allah akan memberikan
dia yang mendoakan namamu untuknya. Begitulah cara Allah bekerja. Pilihan NYA
adalah yang terbaik. Meski menurutmu tidak baik. Bukankah dalam ketidakbaikan
kamu akan melihat sebenar benarnya kebaikan. Dan di dalam kebaikan, sangat
sulit untuk melihat sebenar benarnya kebaikan.” Bunda mengucapkan kalimat
bijaknya dengan penuh cinta. Aku merasakan tubuhku menggigil. Dan jemarinya
yang hangat mencoba merangkulku. Mendekapku. Aku merasakan kembali menjadi
“little one” untuknya. Bunda tercintaku.
“ bersabarlah sayang. Semua orang berhak bahagia. Juga
mas. Juga gadis itu. Bunda selalu mengingatkan mas untuk bagaimana menghargai
seorang perempuan ,bukan? Bunda tahu dia gadis yang baik. Mas selalu
menceritakannya. Mas selalu menghormatinya. Mas selalu membanggakannya. Bunda
senang mas bisa menghargai perempuan dengan baik. Memperlakukan mereka dengan
hormat. Begitulah seharusnya lelaki. Jangan pernah khawatir sayang, sejatinya
lelaki hanyalah menunggu. Yang terkadang perempuan salah kaprah untuk ini.
Bukankah seorang pencari suaka akan mendatangi Negara yang memberinya suaka?
Bukan sebaliknya. Bukankah seseorang
yang ingin dilindungi, mendatangi pelindungnya?. Gadis itu akan mendatangi mas.
Jika hatinya membutuhkan mas sebagai tempat berlindungnya. Bersandarnya. Mas
lah pemberi suaka. Mungkin tidak sekarang. Mungkin dia harus mampir kebeberapa
tempat yang lain dulu, sebelum menemukan dirimu, mas.”
Jemariku menggenggam
tangannya erat. Air mataku tambah deras. Dan suhu badanku kurasakan tambah
hangat. Mataku terasa panas. Kepalaku masih berada di atas pangkuan Bunda.
Perempuan pertama yang aku cintai. Yang cintanya selalu penuh. Selalu mengalir
dan tak pernah habis. Betapa aku sangat merindukannya.
“ Mas, jangan jadi lelaki lemah, sayang. Bunda tak suka
melihatnya. Anak bunda adalah lelaki tangguh yang pantang menyerah. Coba mas
lihat, sudah berapa tahun mas tidak mengalah pada penyakit mas. Bunda tahu,
betapa sakitnya dan betapa menderitanya mas. Bunda tahu semua ttg hidupmu ,
anakku. Mas adalah jagoannya bunda. Dan itu tidak berubah. Dan jangan
dikalahkan oleh cinta. Bunda percaya mas percaya akan takdir dari Allah. Berdoa
yang banyak. Jangan lemah dan jangan menyerah. Berharaplah yang terbaik. Dunia
ini kecil, mas. Hanya selebar langkah kakimu. Gadis itu tidak akan pernah
menghilang dan jauh darimu. Mudah saja bagimu menemukannya, jika Allah
mengijinkannya. Itu pointnya. Jadi, mas harus dekat sama Allah. Setiap masalah
pasti akan ada jalan keluarnya. Karena begitulah hidup. Selagi masih di beri
kesempatan, manfaatkanlah dengan baik. Jaga kesehatannya, gak boleh sakit
seperti ini. Bunda yakin gadis itu akan menangis jika melihat keadaan mas
seperti ini. Bunda yakin, hatinya akan terluka. Bunda tahu, hatinya juga
mencintaimu. Dia juga tak tega membuat mas begini. Dia percaya akan Tuhannya.
Jika mas buatnya, Tuhan akan menyatukan kalian dalam restu langit. Bunda selalu
mendukungmu. Menginginkan kebahagiaanmu. Jangan menyerah yah, Mas”
Entah berapa lama aku tertidur. Aku hanya merasakan
hatiku begitu damai dan hangat. Ketika aku terbangun, tak kutemukan siapa
siapa. Hanya tubuhku masih terbalut handuk. Masih di sofa. Dan suhu tubuhku
mulai menurun. Aku mencari sekelilingku, ku coba mencari sosoknya. Suaranya
masih terasa mengiang di telingaku…suara lembut yang penuh cinta. Dan bibirku
gemetar memanggil namanya..
Bunda…
Aku bangkit dari sofa, masuk kembali ke kamar mandi.
Mengambil air wudhu. Ke kamar meraih baju koko dan kain sarung. Menggelar
sajadah. Kukerjakan beberapa rakaat , sebelum tertunduk sujud dan menangis
semalaman…
Mas akan mengingatnya bunda..setiap huruf dalam
kalimatmu. Terima kasih sudah datang. Mas serahkan semua sama Allah, jika
Merlin buat mas, dia akan datang. Dan Allah akan membawanya untuk Mas.
Bunda…mas merindukanmu !!
Dalam mimpiku semalam. Dan air mataku mengalir saat
menuliskan ini untuk ku ceritakan padamu.
27 august 2016
ARDJA KUMBARA
Yang Terdalam
Ku lepas semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau ku sayangi
Dan bila ku menanti..
Pernahkah engkau coba mengerti, lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi, salahkah tuk menanti.
Tak akan lelah aku menanti..tak akan hilang cintaku ini.
Hingga saat kau tak kembali, kan ku kenang di hati saja..
kau telah tinggalkan hati yang terdalam..
Hingga tiada cinta yang tersisa DI JIWA.
Aku duduk disini, di bangku taman kota, di bawah lampu taman yang masih belum menyala. karena hari masih terbilang sore. Tak ada yang aku lakukan. hanya duduk diam sambil memandangi orang orang yang berlalu lalang di hadapanku. mataku seolah mencari sesuatu diantara banyaknya orang orang itu. Sosokmu. yah ! siapa lagi, kalau bukan kamu !. Kamulah yang ku tunggu !
Bukankah kita berjanji bertemu hari ini??
Angin yang mengabarkannya padaku. Bahwa engkau akan datang. membawakanku satu bucket cinta. cinta yang ku pesan. berikut dengan rindunya. sedari pagi tadi aku sudah tak sabar datang ke taman ini. di bangku yang kau tunjukan. lewat desiran angin yang menyapu dedaunan. dan menyampaikannya padaku.
Sambil menunggu, ku coba bayangkan raut wajahmu, dan awan yang terlihat cerah dilangit sana mencoba membantuku, menggambarkan paras manis wajahmu. perempuan yang sudah mencuri hatiku sepuluh bulan terakhir ini. ku kumpulkan dari beberapa lembar fhotomu yang sering aku curi di beberapa medsos di smartphone yang aku punya. fhoto yang kau upload disana. aku mencoba membingkainya pada hatiku, menyimpannya begitu rapat dan dalam pada relung jiwa. sejatinya tidaklah harus seperti itu, karena meski kamu ber mil jauhnya dariku, angin selalu membawa harum tubuhmu ke penciumku. aku bisa mengenalinya. sungguh tajam penciumanku atas dirimu. karena kamu sudah masuk begitu dalam di jiwaku. di relung hatiku. hidupku tercuri semua olehmu.
Sambil menunggumu aku membayangkan apa yang akan kita lakukan jika nanti kita bertemu. Mungkin aku akan membawamu mengelilingi taman kota, Akan ku biarkan tanganmu melingkar di lenganku. dan ku biarkan kau bercerita tentang perjalananmu untuk bisa sampai disini. menemuiku. dan semangatmu di setiap pemberhentian dan bertemu dengan banyak orang, banyak pesona. tentang ribuan godaan yang mencoba menghentikanmu. Aku akan sangat senang mendengarnya. sesekali akan kurapihkan rambut di dahimu yang di permankan oleh angin nakal. menatap wajahmu dengan pandangan mesra dan penuh cinta. dan jika kau ijinkan , akan ku kecup dahimu. kecupan sayang dan kerinduan yang sudah tak sanggup lagi aku menampungnya.
lalu apa lagi yang akan kita lakukan, sayang ?
Atau kau akan mendesakku bercerita juga? tentang berapa lama aku sudah duduk di taman itu, sudah berapa banyak gadis gadis yang manis datang memintaku bergeser sedikit untuk mereka bisa duduk disampingku. menggodaku dengan wangi tubuh mereka. dengan dandanan mereka. dengan wajah yang di poles oleh make up murahan dan yang berharga tinggi. yang berlebel sampai yang tak terbeli oleh mereka, tapi melakukan apa saja untuk bisa mendapatkannya. yang wangi parfumnya menyengat hidung sampai yang membuai. Tenang, sayang! aku tak mengijinkan mereka mengambil tempatmu. ruang di sebelahku telah ku bersihkan , dan kujaga. mana bisa aku membiarkan orang lain mendudukinya. itu hanya buatmu. untukmu ! meski mereka menatapku dengan pandangan tak suka, marah dan kecewa. aku tak perduli, sesekali menjadi egois. menjadi laki laki yang tak disukai. karena aku hanya ingin di sukai olehmu, saja. di cintai olehmu saja. di kagumi olehmu saja. bagiku, kamu sudah mewakili seluruh apa yang ku inginkan. aku tak berlebihan untuk ini bukan?? Cintalah yang mengajarkan itu padaku. rasa nyaman bersamamu membuatku tak ingin yang lain.
Ahh..aku melihat jam di pergelangan tanganku. sudah sepenggal hari aku disini. tak bergeser barang sekejappun. langit begitu bersahabat hari ini. teduh dan meneduhkan. Anginpun berbaik hati. berhawa segar dan menyegarkan. Alam begitu mendukungku. tapi aku tak ingin terpejam. aku takut kau tak mengenaliku. ketika sudah sampai di taman ini. aku tak ingin kau sulit mencariku. aku membawa papan nama dan kutuliskan denga huruf kapital namamu disana. meski aku yakin, bagaimana bisa kau tak mengenali bagian jiwamu? tapi aku tak mau mengambil resiko untuk itu. aku ingin kamu segera berlari menghampiriku. memelukku. dan meneriakan namaku. memanggilku. agar aku berdiri dan merentangkan tanganku menyambutmu. agar aku bisa mendekap tubuh mungilmu dalam dekapanku.
Aku sangat sabar untuk ini, Sayang !
Tak terburu buru dan mengutuki waktu. karena aku tahu, untuk sampai disini tidaklah mudah. Angin memberitahuku tentang hal ini. Tentang jauhnya jalan yang mesti kamu tempuh. Yah, bukan aku yang tak usaha untuk datang padamu, Aku mencobanya. tapi aku hanya bisa sampai di taman ini. di persimpangan jalan. tak dekat dengan tempatku, juga tak dekat dengan tempatmu. dan disinilah kita tentukan tempatnya. di taman ini. dibawah lampu kota yang belum menyala.
Aku tahu, jika kau tiba nanti, kita tak akan berhenti bercerita. aku tahu kamu akan mengenaliku dengan begitu cepat. meski kita tak pernah bertemu. karena aku bisa membaca pikiranmu. dan kamupun begitu. lewat ribuan kata yang sudah kita bagi bersama. bukankah dengan itu aku dan kamu mengenal begitu dalam? sehingga di pertama pertemuan kita, kita akan merasa sudah mengenal ribuan tahun lamanya. dan juga bukankah engakau adalah tulang rusukku? bagaimana dia tidak bisa mengenali bagian tubuhnya secara kental?
Sore sudah beranjak. Aku masih disini. di bawah lampu taman yang mulai menyala. Orang orang sudah semakin ramai saja. dan aku tertutupi oleh kerumunan mereka. Salahkah jika aku terus menanti? meski angin mengabarkan padaku, dia sudah tak melihatmu. entah tersangkut dimana. salahkah aku tetap menunggu? meski awan melukiskan kamu masih disana, tak beranjak. salahkah aku percaya, meski alam mengatakan bahwa hanya Tuhanlah yang bisa membawamu menemuiku?. kamu sudah meninggalkan hati yang terdalam. hingga tidak tersisa cinta yang ada di jiwa.
Aku masih disini. di kursi taman kota. di bawah lampu yang menyala.
Menunggumu !!
lelaki yang selalu mengagumi hatimu, Merliana Abung..
Friday, August 26, 2016
Aku menunggu hari itu
Aku menunggu hari itu..
Permintaanmu mungkin dapat merubah jalanku ke depan.!! Sesak dan menyesakkan. Meski sakit, mungkin ada benarnya.! apa yang akan aku lakukan? ketika kamu meminta kita menjauh entah untuk berapa lama. entah untuk berapa waktu. entah akan balik mendekat kembali atau tidak sama sekali. Mungkin akan menghilang. memudar atau semakin kuat?
Aku tak pernah tau. Tapi jalan ini yang kita pilih, lebih tepatnya kamu yang menginginkan, atas kesalahanku. akan selalu ada alasan untuk aku mencoba berjalan lurus ke depan, tanpa menoleh ke belakang, walau lagi tanpamu, walau lagi tanpa senyummu.. Suara gemericik gesekan dahan kering karena angin pagi, serupa dengan gerak anak rambutmu tersapu angin. yang selalu ingin aku sibakkan dan mengecup dahimu. Ah, aku sedang berhalusinasi., seakan akan ingin memberitahuku bahwa akan ku jumpai banyak hal yang selalu menuntunku untuk kembali mengingatmu. Bahkan hanya sekedar berbincang dengan matahari pagi yang kemunculannya sama sepertimu di hari hari sebelumnya.
Menghangatkan. !! kamu dengan banyak kemampuanmu, sampai aku mulai tertarik dengan kopi yang sebelumnya kau minum dari bibirmu. Aku mulai tertarik dengan banyak kata yang membuatku tak ingin lagi melihat yang lain. aku mulai tertarik dengan kebiasaanmu , yang berkata, aku merindukanmu.
Ikatan rasa ini sudah semakin kuat. Tak mudah bagiku untuk menganggapnya biasa biasa saja. Meski aku ingin terlihat baik baik saja, agar kamu dan aku bisa sama sama kuat ketika harus melepaskan pegangan tangan, dan berpisah di persimpangan jalan itu. di bawah lampu jalan, yang sinarnya mulai meredup. Aku ingin terlihat kuat dan tegar, tapi rasa nervous dan sakit perut mulai mengganggu konsentrasiku. aku seperti duduk di ruang tunggu bandara, sebelum boarding ke pesawat. menunggu loudspeker memberitahu waktu boarding sudah di mulai. Keringat dingin sudah mulai mengalir dari rambut dan turun ke kening. mengucur lumayan deras. dan tanganku mulai berkeringat. Aku sperti menunggu Malaikat Maut menjemputku. sementara aku masih begitu erat menggenggam erat jemarimu. bagaimana ini? bagaimana mengatasinya? . Ribuan doa begitu saja meluncur dari bibirku. tak berhenti. aku berharap mampu meredakan kegugupanku. Ah, suasana ini..
Semua kekisruhan ini karena, Cinta !
Cinta yang mengenalkanku pada perasaan yang bercampur aduk. entah seperti apa. Aku tau, suatu hari ini pasti terjadi. tapi aku tak pernah mempersiapkannya dengan baik. kebahagiaan bersamamu membuatku mengabaikan keadaan ini. Aku hanya berpikir kita akan selalu bersama, sampai pada ujung cerita. Meski cinta tak pernah ada ujung cerita. Aku selalu di ayun2kan mimpi dan harapan, bahwa kita akan menua bersama. akan ada dalam satu atap, melakukan banyak hal sebelum pada akhirnya kita akan saling meninggalkan satu sama lain.
Entahlah, apa yang tengah ada dalam benakku sekarang ini.. semua membingungkan. apalagi ketika membaca kembali kalimatmu,"merlin tidak akan berharap dan memberi harapan lagi sama aak, aak mesti bisa menerima keadaan ini.". Alangkah cepatnya waktu mengubah pikiranmu. ini untuk kesekian kalinya. kadang aku khawatir, setelah kita menjauh, akankah waktu mengikis semua tentangku dalam ingatanmu?.
Waktu terbaik. aku menyebutnya begitu. Ribuan detik yang kita lalui bersama dalam hampir sepuluh bulan ini. menabur banyak kenangan. melukis banyak kisah, menoreh banyak warna. aku melakukan banyak usaha untuk bisa dekat dengan hatimu. usaha yang kamu bilang kebaikan, usaha membahagiakan hatimu. usaha memenangkan hatimu. karena sejatinya laki laki haruslah berjuang. meski dia menunggu. usaha yang tidak juga di bilang gagal. setidaknya kamu membalas perasaanku. setidaknya aku pernah merasakan begitu di cintai, setidaknya aku pernah bisa mengatakan , kamu milikku. Sampai akhirnya pada akhirnya nanti, kamu akan menyadari dan mengingat semua usahaku untuk membahagiakanmu. dan jika saat itu tiba, pada akhirnya kamu akan menyadari bahwa kehilanganku akan membuatmu mengatakan pada dirimu sendiri, bahwa pada akhirnya kamu akan merindukanku, dan akan menyisakan ruang dalam hati dan pikiranmu untuk tetap menjagaku dalam kenanganmu. terima kasih untuk ribuan detik waktu terbaik kita. terima kasih untuk membuatku menjadi hidup dan merasakan bagaimana menjadi laki laki. terima kasih untuk cinta terbaik yang kamu berikan dan aku berikan. aku tidak tahu bagaimana ujung kisah ini. aku hanya percaya pada tangan Tuhan yang bekerja menuliskan kisahnya. ujungnya, endingnya. aku hanya berharap, ending itu adalah yang terbaik dan kebahagiaan buat kita. aku akan selalu mencintamu. dan menjagamu dalam kenanganku. mengumpulkannya satu demi satu. menyimpannya, dan pada suatu hari nanti, akan ku kembalikan padamu. ku urai satu persatu kisah baru yang aku buat sejak jauh darimu. kita akan habiskan hari itu, duduk berdua, menikmati satu cangkir kopi bersama, di bawah rindang pepohonan, menatap mentari pagi yang memeluk dengan hangatnya.
Aku Menunggu hari itu..!!
Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita tetap abadi
biarlah sinarmu terang, menerangi alam ini
agar menjadi saksi cinta kita...berdua..
Lelaki yang selalu mengagumi jiwamu, Merliana Abung
Friday, August 12, 2016
Menghitung hari..
Bersamamu ku lewati
Lebih dari seribu malam
Bersamamu yang ku mau
Namun kenyataannya tak sejalan..
Tuhan bila masih ku di beri kesempatan
izinkan aku untuk mencintainya
namun bila waktuku telah habis dengannya
biar cinta hidup sekali saja
Tak sanggup bila harus jujur
Hidup tanpa hembusan nafasnya..
Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali
sekali lagi untuk mencintainya
namun bila waktuku telah habis dengannya
Biarkan cinta ini..biarkan cinta ini
Hidup untuk sekali ini saja..
Apakah kau melihatku dari balik dinding kaca itu , sayang ! aku, kesayanganmu. Yang tengah dipaksa menghitung hari, detik perdetik..
Aku kesyanganmu yang sudah hampir kehabisan waktu. Bagaimana sudah rupaku ,sayang? masih terlihat tampankah? atau sudah mulai acak acakan? padahal baru beberapa minggu yang lalu, ku pangkas rapi rambutku. mengikuti trend anak muda sekarang, agar terlihat lebih rapi. bukankah potongan rambutnya sangat kau sukai. potongan rambut bergaya ala artis korea kesayanganmu.
bagaimana sudah wajahku ,sayang? terlihat segarkah? atau sudah kusut masai? mata yang sembab, dan dahi yg berkerut. padahal aku tak pernah telat mandi dan mencuci muka sebelum menemuimu.
bagaimana sudah rupa tubuhku , sayang? tambak bugarkah? atau terlihat lemas tak bertenaga? padahal aku sudah menghabiskan dua mangkuk sop kesukaanku.
Beranjaklah dari tempatmu melihatku. hampirilah aku, selagi hari masih meninggi, rasanya aku sudah kehilangan tenaga untuk bisa sampai di tempatmu menungguku. aku tak yakin, senja akan datang agak telat hari ini, berbaik hati menungguku untuk sampai kepadamu terlebih dahulu. Bukankah batas waktunya hanya sampai senja? dan ketika malam datang, aku sudah tidak bisa melihatmu lagi.kau akan menghilang bersama malam. dan meninggalkanku terpuruk disini. sendiri. tanpa bisa apa apa.
Aku tau,
Ini semua kesalahanku. perjalanan menujumu ternyata tak semudah yg aku bayangkan. tak semulus yang aku kira, begitu banyak yang menghalangi. aku tak bisa menepati janjiku untuk tiba tepat waktu, meski aku sudah berjuang dan memberi yang terbaik yang aku bisa.
Perjalanan ini sebenarnya begitu dekat, tapi karena Rumah yg kita tuju berlainan, alangkah susahnya untuk sampai ke padamu, atau aku tak akan pernah sampai? ,meski cinta yang kupunya bukan perahu rapuh yang tak bisa membawaku mengarungi dunia untuk sampai ke dermagamu.
Sayang..
Salahkah aku memilih perahu ini? jalan ini? arah ini?
Tolong katakan bagaimana dan jalan mana yg harus aku tempuh , agar aku sampai di hadapanmu. Begitu inginnya aku membelai wajahmu, mengecup hangat keningmu, dan mengatakan betapa aku mencintaimu, menginginimu, membutuhkanmu, mengharapkanmu...
Sayang..
Bicaralah..atau setidaknya katakan sesuatu, akankah perjalannku ini sia sia?
Atau seperti ucapanmu yang dikirim oleh angin, Bahwa jika Tuhan mengambilmu dari aku, Dia sudah punya yang baik untukku? dan sebaliknya, jika Tuhan mengambilku dari kamu, Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang lainnya, yang lebih baik dari diriku untukmu?
Kita saling mencintai, tapi harus merelakan.
Aku masih bertanya rahasia apa yang Tuhan simpan untuk perkenalan ini,pertemuan denganmu, hari yang kita lewati, perasaan yang tumbuh, berkembang dan hidup. Rahasia apa yg gerangan Tuhan sembunyikan dari kita. dan kamu bilang , Tuhan pasti punya alasan kenapa memberi luka,
Tuhan pasti punya alasan kenapa merancang skenario ini?
Aku tahu Sayang..
Hidup kita ada dalam rencanaNYA, tapi terkadang aku begitu keras kepala. Apa karena aku sudah mengalami begitu banyak kehilangan dan luka? lalu bagaimana kali ini aku membalutnya lagi, haruskah aku berdebat lagi deganNYA?dan memusuhiNYA untuk beberapa waktu, sampai DIA menjewer telingaku, dan mengatakan bahwa DIA ada. DIA nyata..! dan DIA lagi lagi membawaku pada kisah tak berujung. Pada kasih yang tak sampai, pada Cinta yang hanya memabukan sesaat, lalu menghancurkanku dengan segala kesombongannya, sambil mengangkat tangan kemenangannya, dan berkata..Kamu..Ardja ! ku kalahkan lagi.
Sayang..
beranjaklah dari dudukmu. jangan diam , pasrah dan ikhlas seperti katamu. berusahalah barang sedikit, tunjukan jika kamu juga mencintaiku..
Tapi aku tau, kau tak cukup kuat untuk itu. jarak kita terlalu jauh bukan? dan waktunya tak cukup untuk itu, aku tau, kita tak akan pernah merubah arah , aku tak akan berpindah di jalanmu, dan kamu pun begitu. lalu bagaimana caranya kita bertemu? apakah hanya ada satu cara? berpisah? dan melangkah masing masing?
Sementara cintaku bak hujan yang menderas, membasahi hampir seluruh tanah di ladangmu. bagaimana aku menghentikannya,
kamu tau ,sayang..
waktuku tak akan sampai pada senja, aku tau itu.jika saja aku sekuat lelaki lain di luar sana, apapun akan aku lewati untuk bisa sampai di hadapanmu. memintamu pada kedua orang yang menghadirkanmu di jalan ini, di persimpangan tempat kita bertemu, di takdir kisah hidup kita, meski sejauh apapun itu tempatnya, besarnya halangannya, karena aku hanya ingin mengambil tulang rusukku, dan memasangnya kembali pada tubuhku, dan membuatku Sempurna. lelaki sempurna, yang mendapatkan kembali tulang rusuknya yang hilang.
Dan kamulah tulang rusukku itu ! duhai Merliana !
Tertatih sudah langkah kakiku..dan senja mulai merangkak perlahan. mengambil hari yang mulai mengalah. aku masih bisa melihatmu duduk disitu, dalam bayangan yang kian memudar..mataku basah , genangan yg sedari tadi tertahan, meluap bak air bah...dan hujan melengkapinya.
Apakah ada bedanya, hanya diam menunggu dengan memburu bayang bayang? sama sama kosong. dan apakah ada bedanya, ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah? sama sama nikmat ! tinggal bagaimana kita menghayati, di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka..
Aku masih bisa melihat senyummu..sebelum senja mengambilnya..akankah ada waktu mempertemukan kita kembali, di tempat ini, tapi dijalan yang sama, diarah yang sama, dan kita menghitung waktu bersama, bukan waku untuk berjalan sendiri sendiri, tapi waktu untuk menua bersama, dan menghitung setiap jengkal perjalanan dengan torehan kisah penuh warna kebahagiaan.
Kamu..pemberi warna lain dalam hidupku. ya kamu..tak ada lagi kamunya aku, selain dirimu..
Sayang..
Maukah kau menungguku??
Menghitung hari, sebelum senja mengambilmu..
Untukmu, kekasih hati
Subscribe to:
Posts (Atom)






