Sunday, October 2, 2016
Aku mencintaimu
Setabah embun menggantung di ujung daun.
Aku mencintaimu
Seperti daun jatuh yang tak pernah marah kepada angin.
Aku mencintaimu
karena kamu yang terbaik yang pernah aku temukan dan di temukan.
""Seumpama pelukmu adalah bumi, maka aku ingin menjadi daun yang segera luruh walau musim belum mencabutku dari reranting"".
Aku tidak tau,
Jika pada akhirnya kita akan menjadi asing. kita akan saling tidak memperdulikan. ahh..padahal ini bukan yang aku bayangkan, ketika kamu meminta kita menjauh.
Dan ini terasa aneh. yang pastinya menyakitkan. baru terasa kembali. setelah hampir berabad rasanya aku melupakan bagaimana rasanya sebuah perih.
Kamu membukanya kembali, luka yang dulu pernah ada dan waktu menjahitnya. waktu menutupnya, dan aku tidak pernah tahu, jika menemukanmu, luka itu kembali terbuka.
jika saja aku bisa menggunting peta takdir, aku sungguh tak ingin melalui banyak hati untuk menemukan rumah dimana aku bisa tinggal dan tak berjalan lagi. tapi takdir menghendaki kaki ini terus melangkah. bertemu denganmu, menikmati waktu, yang kukira bakal seharian, tapi ternyata hanya sepenggal. bukan karena tak saling menginginkan, tapi takdirnya yang menghentikan.
dan sungguh, aku tidaklah ingin menjadi asing untukmu, menjadi seseorang yang tak lagi membuatmu merasa nyaman. dan aku tidak ingin kamu mulai membenciku. dengan memberi jarak, seolah aku ingin menghabiskan hidupmu saja. itu sungguh menyakitkan. jikapun kamu menghendaki aku menghilang, tak usahlah kau pinta, karena tanpa kamu kehendakipun, engkau akan melupakanku.
Meski..
Aku tetaplah lelaki yang mengagumi jiwamu. mendoakanmu dalam diam. membicarakanmu dalam obrolanku padaNYA. mengulangi memanggil namamu dalam mimpiku, berharap bisa bertemu dan mengatakan yang ingin aku katakan, dan yang dulu ingin kau dengar.
Alangkah tidak enaknya menjadi kepingan dari sebuah kenangan. teronggok di sudut ruang, berdebu dan tak tersentuh. hanya jika angin pada masa lalu berhembus, debunya sedikit menguap, dan matamu melihatnya, tanganmu menyentuhnya, lalu helaan nafas rindu hanya terhembus sesaat, lalu hilang. karena yang baru dan yang ada sudah mengambilmu kembali untuk meninggalkan sekeping kenangan itu. dan pada akhirnya lupa. karena rindu dan melupakan hanya setipis helaian rambut.
Inilah aku..mencintaimu dengan kesederhanaanku. dengan caraku sendiri. cara menurut kamu tidak ada apa apanya.
""I''ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel""
Aku yang masih selalu mengagumi hatimu dengan caraku...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment