Entah bagaimana awalya cerita ini dimulai. Cerita tentang kita. Bagaimana awalnya aku mengenalmu ,semua mengalir seperti air. Yang aku ingat adalah percakapan awal kita, ketikaaku meminta maaf karena salah menempatkan kata. Itu setelah satu minggu aku selalu hadir di salah satu medsos mu memberi sedikit kata untuk mengapresiasi apa yang kamu lakukan.
Lalu semuanya kita jalani skenario yang di buatNYA. Aku tidak perduli siapa yang memulai, ketika kamu hanya ingin menganggapku seperti kangmasmu, aku sudah menyimpan harapan lain, dan harapan itu mengalir seperti air. Harapanku padamu.
Aku hanya tau, bahwa cinta seperti kita berkomunikasi dua arah. Kau memberi, aku menerima. Aku memberi, kau menerima. Kau hanya perlu mengatakan iya!agar komunikasi kita berjalan searah. Dan aku tidak bicara sendirian. Ini hanya awal..
Acapkali kau bertanya, Mas, apa kau yakin dengan pilihanmu, memilihku?apa kau sanggup dengan segala kemanjaan yang aku punya,rengekan yang aku punya, moody yang aku punya, keegoisan yang aku punya dan aku tidak akan mengatakan segala kebaikn yang ku pinya, hanya untuk membuat kmu memilihku.
Penawaran cinta ini seperti bakteri. Virus! Dan aku akan mengatakan padamu, aku akan menjadi antibiotik untukmu. Dengan kesabaran yang aku punya dan cinta yng besar masihkah kau meragukan atas pilihanku terhadapmu !.
Aku pernah membaca buku ttg astronomi. Ada dua bintang yg sangat aku suka. SIRIUS dan CANOPUS , dua bintang yang sangat terang. Dan itulah kita !
Kau sangat mempercayai Tuhan, dan dekat denganNYA, berarti kau juga harus percaya dengan cinta dan hatiku. Karena perasaan ini ditiupkan olehNYA untuk disampikan ke kamu. Bertanyalah pada Tuhan, mengapa kita di pertemukan?dan Rahasia apa yang di sembunyikanNYA untuk kita?
Aku tertarik dengan kepribadianmu,dengan segala karakter yang kamu punya. Bisakah kita sama sama menawar takdir Tuhan? Agar selamanya kita bisa bersama. Takdir yang memgatakan bahwa aku untukmu dan kamu untukku?.
Kita baru memulai perjalanan panjang ini.saling memguatkan dn yakin akan menjadi bekal perjalanan ini.
Ini bukan tentang siapa yang mendampingimu tapi siapa yang memiliki hatimu.
Kamu tau, setiap kali kau mengatakan merindukanku, saat itu juga rasanya aku ingin memaki diriku sendiri. Karena aku tidak bisa berbuat apapun untukmu. Kita hanya bisa bertemu dengan kata kata. Bercumbu dengan kata kata. Bertemu antar pikiran dan aku menikmati rasa sesakku karena merindukanmu. Yang selalu menggodaku! Aku selalu ingin meminta banyak kata maaf dari tiap sesak yang aku nikmati karena mengingatmu. Agar dia berhenti dan tak menggodaku tiap kali aku merindukanmu.
Aku sangat2 membutuhkanmu. Banyak hal yang belum aku ketahui. Dan aku ingin mengetahuinya bersamamu. Malaikat mautku, memang bukan Malaikat Mautmu,jika suatu saat dia datang memintamu untuk ikut dengannya, ku pastikan aku akan mendampingimu, wawalau berjalan di belakangmu, tapi aku akan memastikan padaNYA, bahwa aku ada selalu untukmu, bahwa kita saling mencintai dan tak ingin dipisahkan apapun alasannya
Aku milikmu,akan selalu begitu...
Pikiranku yang tak pernah habis tentangmu ,Merliana Abung.
Wanita tercintaku.
No comments:
Post a Comment