Sunday, June 19, 2016

A part of my fav.wrote

Kekasih hati, Ellink tersayang

Hari sudah meninggi, tapi mas masih bergelut dengan selimut. Enggan beranjak pergi. Hanya segelas milo hangat yang mampir sebentar di tenggorokan dan meluncur ke perut. Tak ada niat buat beranjak dari tempat tidur mencari sesuatu pengganjal perut sedari tadi pagi. Jemari mas tak mau jauh dari handphone, menggenggam nya erat seolah takut terlewatkan jika kamu memberi mas pesan lewat line atau Bbm..
Sepiii
Tak ada apapun. Hanya beberapa kata yang mas dapatkan sejak pagi tadi. Jawaban singkat.
Entahlah..
Apakah karena signal yg menelannya atau karena kesibukanmu, karena ini hari terakhirmu di kampung halamanmu?.problem hubungan jarak jauh. Signal !.
Atau karena sudah terbiasa atau menahan diri untuk tidak menghubungi mas?
Aku terlalu posesif atau sensitif?
Rindu ini amatlah menyiksaku. Tak dapat bernafas rasanya. Dan tak bisa apa apa. Seharian ini kamu menghilang, dan aku tak bisa berbuat apa apa untuk mencarimu.
Jika saja sakit kepala ini tidak menggodaku sedari pagi mungkin aku sudah meluncur ke kantor ,menyelesaikan laporan yg menumpuk,ketimbang sendiri dalam sepi yang menggigit, resah yang memicu rindu untuk makin menyiksa.
Apakah gerangan ini? Kamu dimana?

Alangkah tidak enaknya ini. Menari sendiri di antara hujan kerinduan. Apakah menangis masih berarti bersama luruhnya hujan?meski aku suka menikmati tangisku dalam hujan. Karena tak seorangpun tau jika aku tengah berhujan air mata. Rindu yang sesak. Dan hatiku yang terlalu lembut untuk bisa menahannya.

Alangkah sepinya ini..meski berjalan di keramaian tapi aku tak melihatmu, meski penat jiwa menatapi satu persatu wajah yang lewat di hadapanku hanya untuk menemukan kamu..yah kamu!selalu kamu ! Tak ada orang lain yang ingin aku temukan selain dirimu.

Alangkah buntunya benak ini,berjalan mencari cara untuk bisa melihatmu, mendapati kata katamu, menjumpaimu dalam pikiranku meski jemariku sibuk mengotak atik beberapa lembar fhotomu, tetap saja mentok dan buntu..!
Dimana kamu !? Kemana kamu ??
Batinku memanggilmu disetiap tarikan nafas rindu.
Kemarilah sayang..! Lihat aku dengan cintamu..
Tidakkah kau merasa , betapa aku merindukanmu..?!

Apakah kamu akan terus begini memperlakukanku?
Sampai kamu berkata dengan hanya satu kalimat.."signal yang tak memihak kita, mas "
Aku merindukanmu..merindukan kata peluk darimu, kata sayang yang mendamaikan jiwa,
Ughh..sesak ini, kangen ini...cinta ini..
Gerimis langitku karenanya...

Hari yang kian meninggi,lapar yang menggoda dan rasa sepi yang mengiris batin..
Dimana kamu ..kekasih hati.
Dengarkan aku...ku merindukanmu

Catatan kenangan saat signal memisahkan kita untuk beberapa waktu sat kamu ada di toraja sana...merliana abung, wanita tercintaku.

No comments:

Post a Comment