Sunday, June 19, 2016

Sad Of June

Aku berhenti pada satu malam!pada satu purnama ! Ya bukan lagi purnama juni. Meski ini masih bulanku. Bulan juni. Purnama juni. Tapi aku berhenti bukan di purnama juni. Hujan menghapusnya. Aku berhenti dan menyembunyikan diriku di balik bayangan pepohonan.aku ingin menghindari banyak cahaya yang bahkan dalam bayangannyapun masih saja melukis elok tubuhmu!. Aku mulai berjalan dengan menundukan kepalak, berharap gelap malam dapat menyamarkan cahaya purnama ang bukan lagi cahaya milikku. Cahaya itu meredup, berubah karena terlalu lelah berpendar untuk sekedar membagi terangnya padaku. Cahaya itu tak lagi seperti dulu, yang terangnya dapat menghangatkan tubuhku, ketika dingin malam dan cuaca yg berubah mencoba memelukku dan membuatku membeku. Cahaya itu lelah, menungguku. Aku mulai berlari saat aku menyadari apakah ini semua sia sia? Cahaya purnama malam itu masih saja membuatku tak bisa lepas darimu. Terus mengingatmu. Aku berusaha mempertahankan perasaanku, saat ketika kamu berkata dengan diammu, bahwa akan ada cahaya purnama lain yang akan aku temukan dan menemukanku. Bahkan dengan tanpa kata kamu tak lagi menengok ke belakang.

Aku hanya ingin bertanya padamujika pada akhirny kita di pertemukan kembali oleh waktu yang entah berbaik hati atau tidak, pada waktu yang akhirnya menyerah atau tidak, aku ingin mencongkel bagian hatimu yang pernah aku titipkan banyak hal tentangku, ingin ku lumat saja semua kenangan yang membuatku tak bisa kemana mana, aku ingin memakannya dan menelannya sendirian,
Karena bagiku sakit atas kepergianmu tidak akan membuatku pincang, jika saja kamu bisa mengembalikan separuh hidupku yang pernah aku titipkan dulu. Aku beranikan menatap menatap purnama lain selain purnama juniku, tidak ada yg sia sia,tidak ada yg tidak berguna, kesia sian justru ada padaku.aku membuang banyak waktumu untuk mencoba bersabar menungguku. Aku tau meski ada purnama yang lain yang mencoba merangkulku, aku hanya dapat tanyakan apakah saat purnama juni tahun depan kamu akan memelukku? Apakah saat purnama juni tahun depan kita akan bertemu?dan apakah kamu juga akan selalu merindukan aku?seperti aku yg akan selalu merindukan dirimu. Cahayamu. Kehangatanmu. Apakah ada purnama lain yang kini tengah berusaha mengisi keseharuanmu? Apakah kamu tengah berusaha melupakan aku?

Aku berusaha mengabaikan semua tandanya. Perubahanmu keinginanmu. Apakah aku egois? Entahlah . Cinta padamu terlalu kuat. Hingga aku tidak bisa membedakan apakah cintaku ini membuatmu bahagia atau malah sebaliknya.

Haruskah aku kehilanganmu, sayang

Dengan satu kata " lelah".


Sad of june, merliana abung. Wanita yang selalu aku kagumi.

No comments:

Post a Comment