Friday, August 12, 2016

Menghitung hari..



Bersamamu ku lewati
Lebih dari seribu malam
Bersamamu yang ku mau
Namun kenyataannya tak sejalan..

Tuhan bila masih ku di beri kesempatan
izinkan aku untuk mencintainya
namun bila waktuku telah habis dengannya
biar cinta hidup sekali saja

Tak sanggup bila harus jujur
Hidup tanpa hembusan nafasnya..

Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali
sekali lagi untuk mencintainya
namun bila waktuku telah habis dengannya
Biarkan cinta ini..biarkan cinta ini
Hidup untuk sekali ini saja..

Apakah kau melihatku dari balik dinding kaca itu , sayang ! aku, kesayanganmu. Yang tengah dipaksa menghitung hari, detik perdetik..
Aku kesyanganmu yang sudah hampir kehabisan waktu. Bagaimana sudah rupaku ,sayang? masih terlihat tampankah? atau sudah mulai acak acakan? padahal baru beberapa minggu yang lalu, ku pangkas rapi rambutku. mengikuti trend anak muda sekarang, agar terlihat lebih rapi. bukankah potongan rambutnya sangat kau sukai. potongan rambut bergaya ala artis korea kesayanganmu.
bagaimana sudah wajahku ,sayang? terlihat segarkah? atau sudah kusut masai? mata yang sembab, dan dahi yg berkerut. padahal aku tak pernah telat mandi dan mencuci muka sebelum menemuimu.
bagaimana sudah rupa tubuhku , sayang? tambak bugarkah? atau terlihat lemas tak bertenaga? padahal aku sudah menghabiskan dua mangkuk sop kesukaanku.

Beranjaklah dari tempatmu melihatku. hampirilah aku, selagi hari masih meninggi, rasanya aku sudah kehilangan tenaga untuk bisa sampai di tempatmu menungguku. aku tak yakin, senja akan datang agak telat hari ini, berbaik hati menungguku untuk sampai kepadamu terlebih dahulu. Bukankah batas waktunya hanya sampai senja? dan ketika malam datang, aku sudah tidak bisa melihatmu lagi.kau akan menghilang bersama malam. dan meninggalkanku terpuruk disini. sendiri. tanpa bisa apa apa.

Aku tau,
Ini semua kesalahanku. perjalanan menujumu ternyata tak semudah yg aku bayangkan. tak semulus yang aku kira, begitu banyak yang menghalangi. aku tak bisa menepati janjiku untuk tiba tepat waktu, meski aku sudah berjuang dan memberi yang terbaik yang aku bisa.
Perjalanan ini sebenarnya begitu dekat, tapi karena Rumah yg kita tuju berlainan, alangkah susahnya untuk sampai ke padamu, atau aku tak akan pernah sampai? ,meski cinta yang kupunya bukan perahu rapuh yang tak bisa membawaku mengarungi dunia untuk sampai ke dermagamu.
Sayang..
Salahkah aku memilih perahu ini? jalan ini? arah ini?
Tolong katakan bagaimana dan jalan mana yg harus aku tempuh , agar aku sampai di hadapanmu. Begitu inginnya aku membelai wajahmu, mengecup hangat keningmu, dan mengatakan betapa aku mencintaimu, menginginimu, membutuhkanmu, mengharapkanmu...
Sayang..
Bicaralah..atau setidaknya katakan sesuatu, akankah perjalannku ini sia sia?
Atau seperti ucapanmu yang dikirim oleh angin, Bahwa jika Tuhan mengambilmu dari aku, Dia sudah punya yang baik untukku?  dan sebaliknya, jika Tuhan mengambilku dari kamu, Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang lainnya, yang lebih baik dari diriku untukmu?
Kita saling mencintai, tapi harus merelakan.

Aku masih bertanya rahasia apa yang Tuhan simpan untuk perkenalan ini,pertemuan denganmu, hari yang kita lewati, perasaan yang tumbuh, berkembang dan hidup. Rahasia apa yg gerangan Tuhan sembunyikan dari kita. dan kamu bilang , Tuhan pasti punya alasan kenapa memberi luka,
Tuhan pasti punya alasan kenapa merancang skenario ini?
Aku tahu Sayang..
Hidup kita ada dalam rencanaNYA, tapi terkadang aku begitu keras kepala. Apa karena aku sudah mengalami begitu banyak kehilangan dan luka? lalu bagaimana kali ini aku membalutnya lagi, haruskah aku berdebat lagi deganNYA?dan memusuhiNYA untuk beberapa waktu, sampai DIA menjewer telingaku, dan mengatakan bahwa DIA ada. DIA nyata..! dan DIA lagi lagi membawaku pada kisah tak berujung. Pada kasih yang tak sampai, pada Cinta yang hanya memabukan sesaat, lalu menghancurkanku dengan segala kesombongannya, sambil mengangkat tangan kemenangannya, dan berkata..Kamu..Ardja ! ku kalahkan lagi.

Sayang..
beranjaklah dari dudukmu. jangan diam , pasrah dan ikhlas seperti katamu. berusahalah barang sedikit, tunjukan jika kamu juga mencintaiku..
Tapi aku tau, kau tak cukup kuat untuk itu. jarak kita terlalu jauh bukan? dan waktunya tak cukup untuk itu, aku tau, kita tak akan pernah merubah arah , aku tak akan berpindah di jalanmu, dan kamu pun begitu. lalu bagaimana caranya kita bertemu? apakah hanya ada satu cara? berpisah? dan melangkah masing masing?
Sementara cintaku bak hujan yang menderas, membasahi hampir seluruh tanah di ladangmu. bagaimana aku menghentikannya,
kamu tau ,sayang..
waktuku tak akan sampai pada senja, aku tau itu.jika saja aku sekuat lelaki lain di luar sana, apapun akan aku lewati untuk bisa sampai di hadapanmu. memintamu pada kedua orang yang menghadirkanmu di jalan ini, di persimpangan tempat kita bertemu, di takdir kisah hidup kita, meski sejauh apapun itu tempatnya, besarnya halangannya, karena aku hanya ingin mengambil tulang rusukku, dan memasangnya kembali pada tubuhku, dan membuatku Sempurna. lelaki sempurna, yang mendapatkan kembali tulang rusuknya yang hilang.
Dan kamulah tulang rusukku itu ! duhai Merliana !

Tertatih sudah langkah kakiku..dan senja mulai merangkak perlahan. mengambil hari yang mulai mengalah. aku masih bisa melihatmu duduk disitu, dalam bayangan yang kian memudar..mataku basah , genangan yg sedari tadi tertahan, meluap bak air bah...dan hujan melengkapinya.

Apakah ada bedanya, hanya diam menunggu dengan memburu bayang bayang? sama sama kosong. dan apakah ada bedanya, ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah? sama sama nikmat ! tinggal bagaimana kita menghayati, di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka..

Aku masih bisa melihat senyummu..sebelum senja mengambilnya..akankah ada waktu mempertemukan kita kembali, di tempat ini, tapi dijalan yang sama, diarah yang sama, dan kita menghitung waktu bersama, bukan waku untuk berjalan sendiri sendiri, tapi waktu untuk menua bersama, dan menghitung setiap jengkal perjalanan dengan torehan kisah penuh warna kebahagiaan.
Kamu..pemberi warna lain dalam hidupku. ya kamu..tak ada lagi kamunya aku, selain dirimu..
Sayang..
Maukah kau menungguku??

Menghitung hari, sebelum senja mengambilmu..

Untukmu, kekasih hati

No comments:

Post a Comment