Friday, August 26, 2016

Aku menunggu hari itu














Aku menunggu hari itu..

Permintaanmu mungkin dapat merubah jalanku ke depan.!! Sesak dan menyesakkan. Meski sakit, mungkin ada benarnya.! apa yang akan aku lakukan? ketika kamu meminta kita menjauh entah untuk berapa lama. entah untuk berapa waktu. entah akan balik mendekat kembali atau tidak sama sekali. Mungkin akan menghilang. memudar atau semakin kuat?

Aku tak pernah tau. Tapi jalan ini yang kita pilih, lebih tepatnya kamu yang menginginkan, atas kesalahanku. akan selalu ada alasan untuk aku mencoba berjalan lurus ke depan, tanpa menoleh ke belakang, walau lagi tanpamu, walau lagi tanpa senyummu.. Suara gemericik gesekan dahan kering karena angin pagi, serupa dengan gerak anak rambutmu tersapu angin. yang selalu ingin aku sibakkan dan mengecup dahimu. Ah, aku sedang berhalusinasi., seakan akan ingin memberitahuku bahwa akan ku jumpai banyak hal yang selalu menuntunku untuk kembali mengingatmu. Bahkan hanya sekedar berbincang dengan matahari pagi yang kemunculannya sama sepertimu di hari hari sebelumnya.

Menghangatkan. !! kamu dengan banyak kemampuanmu, sampai aku mulai tertarik dengan kopi yang sebelumnya kau minum dari bibirmu. Aku mulai tertarik dengan banyak kata yang membuatku tak ingin lagi melihat yang lain. aku mulai tertarik dengan kebiasaanmu , yang berkata, aku merindukanmu.

Ikatan rasa ini sudah semakin kuat. Tak mudah bagiku untuk menganggapnya biasa biasa saja. Meski aku ingin terlihat baik baik saja, agar kamu dan aku bisa sama sama kuat ketika harus melepaskan pegangan tangan, dan berpisah di persimpangan jalan itu. di bawah lampu jalan, yang sinarnya mulai meredup. Aku ingin terlihat kuat dan tegar, tapi rasa nervous dan sakit perut mulai mengganggu konsentrasiku. aku seperti duduk di ruang tunggu bandara, sebelum boarding ke pesawat. menunggu loudspeker memberitahu waktu boarding sudah di mulai. Keringat dingin sudah mulai mengalir dari rambut dan turun ke kening. mengucur lumayan deras. dan tanganku mulai berkeringat. Aku sperti menunggu Malaikat Maut menjemputku. sementara aku masih begitu erat menggenggam erat jemarimu. bagaimana ini? bagaimana mengatasinya? . Ribuan doa begitu saja meluncur dari bibirku. tak berhenti. aku berharap mampu meredakan kegugupanku. Ah, suasana ini..

Semua kekisruhan ini karena, Cinta !
Cinta yang mengenalkanku pada perasaan yang bercampur aduk. entah seperti apa. Aku tau, suatu hari ini pasti terjadi. tapi aku tak pernah mempersiapkannya dengan baik. kebahagiaan bersamamu membuatku mengabaikan keadaan ini. Aku hanya berpikir kita akan selalu bersama, sampai pada ujung cerita. Meski cinta tak pernah ada ujung cerita. Aku selalu di ayun2kan mimpi dan harapan, bahwa kita akan menua bersama. akan ada dalam satu atap, melakukan banyak hal sebelum pada akhirnya kita akan saling meninggalkan satu sama lain.

Entahlah, apa yang tengah ada dalam benakku sekarang ini.. semua membingungkan. apalagi ketika membaca kembali kalimatmu,"merlin tidak akan berharap dan memberi harapan lagi sama aak, aak mesti bisa menerima keadaan ini.". Alangkah cepatnya waktu mengubah pikiranmu. ini untuk kesekian kalinya. kadang aku khawatir, setelah kita menjauh, akankah waktu mengikis semua tentangku dalam ingatanmu?.

Waktu terbaik. aku menyebutnya begitu. Ribuan detik yang kita lalui bersama dalam hampir sepuluh bulan ini. menabur banyak kenangan. melukis banyak kisah, menoreh banyak warna. aku melakukan banyak usaha untuk bisa dekat dengan hatimu. usaha yang kamu bilang kebaikan, usaha membahagiakan hatimu. usaha memenangkan hatimu. karena sejatinya laki laki haruslah berjuang. meski dia menunggu. usaha yang tidak juga di bilang gagal. setidaknya kamu membalas perasaanku. setidaknya aku pernah merasakan begitu di cintai, setidaknya aku pernah bisa mengatakan , kamu milikku. Sampai akhirnya pada akhirnya nanti, kamu akan menyadari dan mengingat semua usahaku untuk membahagiakanmu. dan jika saat itu tiba, pada akhirnya kamu akan menyadari bahwa kehilanganku akan membuatmu mengatakan pada dirimu sendiri, bahwa pada akhirnya kamu akan merindukanku, dan akan menyisakan ruang dalam hati dan pikiranmu untuk tetap menjagaku dalam kenanganmu. terima kasih untuk ribuan detik waktu terbaik kita. terima kasih untuk membuatku menjadi hidup dan merasakan bagaimana menjadi laki laki. terima kasih untuk cinta terbaik yang kamu berikan dan aku berikan. aku tidak tahu bagaimana ujung kisah ini. aku hanya percaya pada tangan Tuhan yang bekerja menuliskan kisahnya. ujungnya, endingnya. aku hanya berharap, ending itu adalah yang terbaik dan kebahagiaan buat kita. aku akan selalu mencintamu. dan menjagamu dalam kenanganku. mengumpulkannya satu demi satu. menyimpannya, dan pada suatu hari nanti, akan ku kembalikan padamu. ku urai satu persatu kisah baru yang aku buat sejak jauh darimu. kita akan habiskan hari itu, duduk berdua, menikmati satu cangkir kopi bersama, di bawah rindang pepohonan, menatap mentari pagi yang memeluk dengan hangatnya.

Aku Menunggu hari itu..!!

Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita tetap abadi
biarlah sinarmu terang, menerangi alam ini
agar menjadi saksi cinta kita...berdua..

Lelaki yang selalu mengagumi jiwamu, Merliana Abung




No comments:

Post a Comment