Saturday, August 27, 2016




Yang Terdalam


Ku lepas semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau ku sayangi
Dan bila ku menanti..
Pernahkah engkau coba mengerti, lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi, salahkah tuk menanti.
Tak akan lelah aku menanti..tak akan hilang cintaku ini.
Hingga saat kau tak kembali, kan ku kenang di hati saja..
kau telah tinggalkan hati yang terdalam..
Hingga tiada cinta yang tersisa DI JIWA.

Aku duduk disini, di bangku taman kota, di bawah lampu taman yang masih belum menyala. karena hari masih terbilang sore. Tak ada yang aku lakukan. hanya duduk diam sambil memandangi orang orang yang berlalu lalang di hadapanku. mataku seolah mencari sesuatu diantara banyaknya orang orang itu. Sosokmu. yah ! siapa lagi, kalau bukan kamu !. Kamulah yang ku tunggu !
Bukankah kita berjanji bertemu hari ini??
Angin yang mengabarkannya padaku. Bahwa engkau akan datang. membawakanku satu bucket cinta. cinta yang ku pesan. berikut dengan rindunya. sedari pagi tadi aku sudah tak sabar datang ke taman ini. di bangku yang kau tunjukan. lewat desiran angin yang menyapu dedaunan. dan menyampaikannya padaku. 
Sambil menunggu, ku coba bayangkan raut wajahmu, dan awan yang terlihat cerah dilangit sana mencoba membantuku, menggambarkan paras manis wajahmu. perempuan yang sudah mencuri hatiku sepuluh bulan terakhir ini. ku kumpulkan dari beberapa lembar fhotomu yang sering aku curi di beberapa medsos di smartphone yang aku punya. fhoto yang kau upload disana. aku mencoba membingkainya pada hatiku, menyimpannya begitu rapat dan dalam pada relung jiwa. sejatinya tidaklah harus seperti itu, karena meski kamu ber mil jauhnya dariku, angin selalu membawa harum tubuhmu ke penciumku. aku bisa mengenalinya. sungguh tajam penciumanku atas dirimu. karena kamu sudah masuk begitu dalam di jiwaku. di relung hatiku. hidupku tercuri semua olehmu.

Sambil menunggumu aku membayangkan apa yang akan kita lakukan jika nanti kita bertemu. Mungkin aku akan membawamu mengelilingi taman kota, Akan ku biarkan tanganmu melingkar di lenganku. dan ku biarkan kau bercerita tentang perjalananmu untuk bisa sampai disini. menemuiku. dan semangatmu di setiap pemberhentian dan bertemu dengan banyak orang, banyak pesona. tentang ribuan godaan yang mencoba menghentikanmu. Aku akan sangat senang mendengarnya. sesekali akan kurapihkan rambut di dahimu yang di permankan oleh angin nakal. menatap wajahmu dengan pandangan mesra dan penuh cinta. dan jika kau ijinkan , akan ku kecup dahimu. kecupan sayang dan kerinduan yang sudah tak sanggup lagi aku menampungnya.

lalu apa lagi yang akan kita lakukan, sayang ?
Atau kau akan mendesakku bercerita juga? tentang berapa lama aku sudah duduk di taman itu, sudah berapa banyak gadis gadis yang manis datang memintaku bergeser sedikit untuk mereka bisa duduk disampingku. menggodaku dengan wangi tubuh mereka. dengan dandanan mereka. dengan wajah yang di poles oleh make up murahan dan yang berharga tinggi. yang berlebel sampai yang tak terbeli oleh mereka, tapi melakukan apa saja untuk bisa mendapatkannya. yang wangi parfumnya menyengat hidung sampai yang membuai. Tenang, sayang! aku tak mengijinkan mereka mengambil tempatmu. ruang di sebelahku telah ku bersihkan , dan kujaga. mana bisa aku membiarkan orang lain mendudukinya. itu hanya buatmu. untukmu ! meski mereka menatapku dengan pandangan tak suka, marah dan kecewa. aku tak perduli, sesekali menjadi egois. menjadi laki laki yang tak disukai. karena aku hanya ingin di sukai olehmu, saja. di cintai olehmu saja. di kagumi olehmu saja. bagiku, kamu sudah mewakili seluruh apa yang ku inginkan. aku tak berlebihan untuk ini bukan?? Cintalah yang mengajarkan itu padaku. rasa nyaman bersamamu membuatku tak ingin yang lain.

Ahh..aku melihat jam di pergelangan tanganku. sudah sepenggal hari aku disini. tak bergeser barang sekejappun. langit begitu bersahabat hari ini. teduh dan meneduhkan. Anginpun berbaik hati. berhawa segar dan menyegarkan. Alam begitu mendukungku. tapi aku tak ingin terpejam. aku takut kau tak mengenaliku. ketika sudah sampai di taman ini. aku tak ingin kau sulit mencariku. aku membawa papan nama dan kutuliskan denga huruf kapital namamu disana. meski aku yakin, bagaimana bisa kau tak mengenali bagian jiwamu? tapi aku tak mau mengambil resiko untuk itu. aku ingin kamu segera berlari menghampiriku. memelukku. dan meneriakan namaku. memanggilku. agar aku berdiri dan merentangkan tanganku menyambutmu. agar aku bisa mendekap tubuh mungilmu dalam dekapanku.

Aku sangat sabar untuk ini, Sayang !
Tak terburu buru dan mengutuki waktu. karena aku tahu, untuk sampai disini tidaklah mudah. Angin memberitahuku tentang hal ini. Tentang jauhnya jalan yang mesti kamu tempuh. Yah, bukan aku yang tak usaha untuk datang padamu, Aku mencobanya. tapi aku hanya bisa sampai di taman ini. di persimpangan jalan. tak dekat dengan tempatku, juga tak dekat dengan tempatmu. dan disinilah kita tentukan tempatnya. di taman ini. dibawah lampu kota yang belum menyala. 


Aku tahu, jika kau tiba nanti, kita tak akan berhenti bercerita. aku tahu kamu akan mengenaliku dengan begitu cepat.  meski kita tak pernah bertemu. karena aku bisa membaca pikiranmu. dan kamupun begitu. lewat ribuan kata yang sudah kita bagi bersama. bukankah dengan itu aku dan kamu mengenal begitu dalam? sehingga di pertama pertemuan kita, kita akan merasa sudah mengenal ribuan tahun lamanya. dan juga bukankah engakau adalah tulang rusukku? bagaimana dia tidak bisa mengenali bagian tubuhnya secara kental?


Sore sudah beranjak. Aku masih disini. di bawah lampu taman yang mulai menyala. Orang orang sudah semakin ramai saja. dan aku tertutupi oleh kerumunan mereka. Salahkah jika aku terus menanti? meski angin mengabarkan padaku, dia sudah tak melihatmu. entah tersangkut dimana. salahkah aku tetap menunggu? meski awan melukiskan kamu masih disana, tak beranjak. salahkah aku percaya, meski alam mengatakan bahwa hanya Tuhanlah yang bisa membawamu menemuiku?. kamu sudah meninggalkan hati yang terdalam. hingga tidak tersisa cinta yang ada di jiwa.

Aku masih disini. di kursi taman kota. di bawah lampu yang menyala.
Menunggumu !!


lelaki yang selalu mengagumi hatimu, Merliana Abung..








No comments:

Post a Comment