Monday, August 1, 2016

Sebelum senja membawamu pergi

Sayang, mari sini. Berjalanlah disisiku, mendekatlah padaku, biarkan aku menggenggam jemarimu, rapatkan bahumu. Karena ku pikir tidak perlu ada celah antara kita, kamu dan aku. Berjalan beriringan. Saling menggenggam jemari
Menikmati panorama senja, senja yg sebentar lagi menghilang, senja yg membawa pergi matahari. Dan malam akan menggantikannya. Menutup kisah hari dan mataharinya. Sambil kita bercerita. Perihal apapun.perihal kita, perihal perjuangan kita,perihal apapun sayang !, yang sampai akhirnya membuat kita tahu, cinta ini membuat pilu..

Sayang, kita sama tau, aku dan kamu, tidak akan pernah satu. Tapi sayang, kamu harus tau, kamu di aku akan selamanya hanya satu, Kamu !
Apa?
Hahahaa..
Aku tau, itu tidak perlu. Tidak kau pintapun aku akan melakukannya. Naiklah ke punggungku. Aku kuat menggendongmu. Sampai di ujung pantai sana. Biarkan aku merasakan hangat tubuhmu. Ahh..aku mungkin tidak akan kuat untuk tidak memelukmu. Naiklah sayang...mudah saja untukku melakukannya buatmu. Mungkin satu hari nanti ada punggung lain tempatmu berlindung, meski itu bukan aku. ..ayolah sayang..dan aku akan bercerita untukmu. Sampai kau terlelap di pundakku..

Sayang. Seseorang bertanya padaku, apakah aku mencintaimu ?,
Hahahaha..sayang Kamu salah, aku tidak menjawabnya dengan mengatakan aku bahkan sangat mencintaimu, aku juga tidak menjawabnya dengan mengatakan aku sangat sangat mencintaimu..
Hahaha..jangan mencubitku. Apa ? Kamu penasaran dengan jawabanku?
Cium pipiku terlebih dahulu...
Ahh..terima kasih sayang..menggendongmu seperti ini terasa lebih ringan.
Hahhaha..jangan menggelitikku..iya..iya..aku akan mengatakan jawabanku.
Kamu tau sayang.
Kali itu , aku menjawab dengan mengatakan, aku banyak berterima kasih, karena selama ini, kamu yang ada disini, di hatiku, kamu yang ada disini, di banyak pikiranku, kamu yang ada disini,di penglihatan masa kini dan masa depanku, kamu yang ada disini, yang selalu menghilangkan lelahku, kamu yang ada disini, yang dngan sabar dan penuh kelembutan mendengar keluh kesahku, disetiap langkah perjuanganku, kamu yang ada sini, di antara dera sakitku, kamu yang ada disini, ketika sepi memakan waktuku, kamu yang ada disini, yang memberi warna dalam hidupku. You are apple of my eyes, sayang. Terima kasih, untuk semuanya. Terima kasih untuk semua cinta dan sayang darimu. Terima kasih, karena itu , KAMU.
Sayang...
Cepat sekali terlelapnya. Adakah kamu mendengar perkataanku?
Ahh..semoga angin membawanya pergi. Dan kamu tidak pernah tau jawabn apa yg aku katakan pada waktu itu

Tidurlah sayang..
Tubuhku masih kuat menggendongmu. Ku harap ujung pantai itu masih jauh, dan senja masih lama berakhirnya. Biarkan aku sejenak merasakan hangat tubuhmu, aroma khasmu. Harum rambutmu yg menampar pelan pipiku, karena jika kamu terbangun, aku takut kamu akan mempercepat langkah menuju ujung pantai, dimana kamu katakan disanalah kita berpisah..
Aku tau, bukan cintanya yang telah usai, tapi kisahnya mesti berakhir dulu. Untuk bersambung..benarkan sayang..
 Kita bahagia dalam cara yang menyakitkan..saling menginginkan namun harus merelakan...
Semoga aku bisa menemukanmu kembali ketika malam telah berlalu, dan pagi menjelang.. di bawah matahari..
Ya..pasti ! Aku percaya itu..
Aku mencintaimu, sayang..kekasih hati.

Untukmu,huni,  merliana abung.


.

No comments:

Post a Comment